Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Soal Tanggul Jebol, DPRD Kaltara Akan Panggil Manajemen PT KPUC
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Soal Tanggul Jebol, DPRD Kaltara Akan Panggil Manajemen PT KPUC

redaksi
redaksi
Published: 20 Agustus 2022
Share
3 Min Read
Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Jufri Budiman saat dikonfirmasi wartawan di kediamannya.
SHARE

TARAKAN – Jebolnya tanggul pembuangan limbah batubara PT KPUC di Malinau menimbulkan dampak krisis air bersih hingga ke Kabupaten Tana Tidung. Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman angkat bicara.

Ditegaskan Jufri, pihak perusahaan harus bertanggung jawab penuh terhadap masyarakat yang terdampak. Terlebih masalah air bersih merupakan kebutuhan dasar. Pihak pemerintah setempat juga harus mencari solusi terkait permasalahan yang ada.

“Kami dari DPRD prihatin melihat kejadian di Malinau. Dengan adanya kejadian ini perlu perhatian khusus dari pemerintah dan perusahaan. Karena apapun itu, faktanya tanggul pembuangan limbah batubara jebol. Suka nda suka, perusahaan harus bertanggung jawab,”tegasnya.

Terkait dengan kebutuhan air bersih dan kebutuhan lain, lanjut Jufri, pemerintah dan pihak perusahaan harus serius menangani ini semua. Perusahaan juga harus cepat menyelesaikan permasalahan tanggul yang jebol. Setelah itu, harus ada komitmen perusahaan bahwa kedepan jika kondisi sudah normal, kejadian serupa tidak akan terulang lagi.

“Saya minta perusahaan cepat menyediakan air bersih bagi masyarakat yang terdampak. Perusahaan harus segera turun,”kata Jufri.

Terkait pemanggilan manajemen PT KPUC, politisi Gerindra ini menegaskan akan diagendakan sesegera mungkin.

“Pasti, tidak menutup kemungkinan kami akan memanggil untuk mendengar langsung apa yang akan menjadi tanggung jawab dari perusahaan. Apa saja yang akan mereka berikan kepada masyarakat setempat. Kami juga ingin menanyakan apa kesiapan mereka kedepan tentang tanggul ini. Jangan sampai kejadian seperti ini akan terulang lagi,”ujarnya.

Sebagai perwakilan di legislatif, menurut Jufri, masalah ini tidak dapat dilihat dari satu sisi saja. Sebab, kita juga masih butuh perusahaan ini.

“Karena dengan adanya perusahaan ini, memudahkan masyarakat sekitar untuk bekerja. Tentu pertumbuhan ekonomi masyarakat juga tumbuh jika perusahaan itu ada,”ungkapnya.

Sebagai provinsi termuda, lanjut Jufri, tentunya DPRD ingin agar banyak investor yang masuk ke Kaltara. Agar mengurangi pengangguran dan membangkitkan perekonomian. Ketika perusahaan makin banyak dan industri berkembang banyak yang merasakan dampaknya utamanya masyarakat sekitar, bukan orang luar.

“Semua harus kita jaga dan akonomodir. Masyarakat harus dijaga dan investor juga. Kita harus mencari solusi yang terbaik dari permasalahan ini. Apa yang terbaik dengan perusahaan dan masyarakat,”ungkapnya.

Mengenai uji sampel air Malinau yang diduga tercemar, Jufri membeberkan hingga saat ini belum ada hasil uji lab dari DLH yang terbaru. Pihaknya pun telah mendesak DLH untuk segera mengambil sampel air untuk di uji lab sebagai dasar penyelesaian laporan masyarakat Malinau.

“Waktu hearing ke dua dengan tokoh masyarakat Malinau, Tokoh Adat dan Aliansi. Hasil uji lab yang disampaikan DLH itu  tahun 2021. Untuk 2022 belum ada. Kami juga masih menunggu hasil lab yang terbaru. Tapi sebelum hasil uji lab itu ada, tanggul KPUC jebol,”pungkasnya.(sha)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Kapolda Kaltara Rayakan May Day 2026 di Tarakan: Perkuat Kolaborasi demi Kesejahteraan Buruh 1 Mei 2026
  • BPPMHKP Tarakan Gandeng DPR RI Gelar Bulan Mutu 2026 untuk Perkuat Gizi Masyarakat 30 April 2026
  • Sinergi PHKT dan Kedubes Australia: Menjaga Nilai Sejarah dalam Upacara Dawn Service 2026 30 April 2026
  • Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran, Wali Kota Tarakan Canangkan Program Desa Cantik 29 April 2026
  • Optimalkan Peran UMKM, Bupati Bulungan Pimpin RUPS Bank BPR 29 April 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

NEWS

BPPMHKP Tarakan Gandeng DPR RI Gelar Bulan Mutu 2026 untuk Perkuat Gizi Masyarakat

30 April 2026
NEWS

Sinergi PHKT dan Kedubes Australia: Menjaga Nilai Sejarah dalam Upacara Dawn Service 2026

30 April 2026
NEWS

TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas

28 April 2026
EKONOMINEWS

Sinergi KaShaFa 2026: Memperkuat Ekosistem Halal sebagai Mesin Baru Ekonomi Kalimantan Utara

24 April 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?