TARAKAN – Keluhan warga SDN 014 Kota Tarakan soal fasilitas dan bangunan sekolah yang kurang mendapat perhatian, mendapat direspon Komisi 3 DPRD Kota Tarakan.
Dipimpin Ketua Komisi 3 Muhammad Hanafia, para wakil rakyat itu langsung melakukan kunjungan lapangan (kunlap) ke SDN 014 Kota Tarakan yang berada di Gunung Belah, Kelurahan Sebengkok, Selasa (19/9/23).
Kunlap ini, untuk melihat kondisi bangunan sekolah yang sejak berdiri tahun 1978 kurang mendapat perhatian. Apalagi lokasi sekolah, berada di tengah-tengah Kota.
Wakil Ketua Komisi 3 Abdul Kadir mengatakan letaknya yang berada ditengah-tengah pemukiman, SDN 014 sudah layak mendapat bangunan baru. Sebagai wakil rakyat, usulan yang disampaikan akan diteruskan ke pemerintah untuk bisa direalisasikan.
“Jadi keluhannya itu, ada ruang yang bocor kalau hujan, ada plafon yang bolong. Nah itu yang butuh penanganan cepat, karena dipakai setiap hari itu sudah disampaikan Kepala Dinas Pendidikan,” kata Abdul Kadir.
Kadir menambahkan sesuai perkiraan perhitungan dari Dinas Pendidikan, anggaran untuk perbaikan atap dan plafon bocor bangunan gedung SDN 014, membutuhkan anggaran sekitar Rp 100 juta.
“Tadi mereka menyampaikan kira-kira Rp 100 juta sudah cukup untuk penanganan jangka pendek. Tapi kita punya perencanaan jangka panjang, dengan kondisi lahan yang ada karena dibelakang itu ada rumah dinas harus dikosongkan dulu itu sudah sampai ke Bagian Aset tinggal dieksekusi,” tambah politisi PAN.
Kadir menjelaskan informasi yang diperoleh, untuk pengosongan rumah dinas akan dilakukan dalam bulan September ini. Setelah pengosongan, baru dibuatkan perencanaan untuk infrastruktur baru seperti pembangunan gedung.
“Estimasi anggaran pas ditanya kira-kira berapa tu kalau 2 atau 3 lantai, kata bagian perencanaan Dinas Pendidikan sekitar Rp 3 sampai 5 miliar sudah cukup,” ucap Kadir.
Kadir menerangkan sebenarnya Dinas Pendidikan sudah pernah membuat perencanaan pembangunan SDN 014 pada tahun 2008, hanya sudah terlalu lama dan perlu dibuat perencanaan baru. Dan itu sudah direspon Dinas Pendidikan.
“Pada prinsipnya usulan sudah masuk ke Komisi 3, makanya barang ini akan terus kita dorong perbaikan dan pada akhirnya pembangunan gedung baru,” pungkasnya.
Kadir meminta langkah awal perlu secepatnya dilakukan Dinas Pendidikan, mengeksekusi rumah dinas setelah itu dibongkar supaya lebih luas. Sehingga lahan tersebut, bisa dibangun ruang kelas baru.
“Kita minta kalau bisa masuk perencanaan di tahun 2024, nanti setelah itu baru kita coba anggarkan pembangunannya diberikutnya. Langkah awal perlu secepatnya, perbaikan atap sengnya dan plafon yang bocor,” tuturnya.
Sementara itu, untuk usualan pembangunan yang diajukan SDN 014 salah satunya, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium IPA, ruang pimpinan, ruang guru dan berbagai fasilitasi lainnya.(*)



