TARAKAN – Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Tarakan lakukan serah terima hasil produksi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kepada Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan, Jumat (06/10/2023).
Hasil produksi tersebut merupakan satu buah “lifeguard chair” yang telah di pesan sebelumnya oleh Disbudporapar kota Tarakan kepada Lapas Tarakan melalui Seksi Giatja.
Lifeguard chair sendiri ialah kursi pantau petugas penyelamat yang bertugas di kolam renang ataupun pantai.
Giatja Lapas Tarakan telah memberikan pembinaan dan pelatihan yang beragam kepada WBP sebagai salah satu bentuk program pembinaan kepada mereka.
Giatja miliki tiga kelompok kerja yang terdiri dari Agribisnis, Indsutri Manufaktur, dan juga Jasa.
Mohammad Ridwantoro selaku Kalapas melalui Kasi Kegiatan Kerja Andhika Abrian, menjelaskan, hasil kerja WBP Lapas Tarakan dapat bersaing dengan produksi kerja dari luar karena Lapas Tarakan memiliki Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sendiri yang telah tersertifikasi.
“Kualitas produksi dari WBP kita saya yakini dapat bersaing di pasaran, karena WBP kita telah dibekali pelatihan dan bersertifikat, bahkan kita juga telah memiliki LPK sendiri yang telah tersertifikasi”, tuturnya.(*)



