TARAKAN – Penutupan Universitas Terbuka Tarakan Festival Volume 2 berlangsung sangat meriah, Sabtu (3/8/2024). Ribuan penonton memadati Taman Berlabuh untuk menyaksikan penampilan para finalis.
Direktur Universitas Terbuka Tarakan Jeji Muhammad Najib mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan yang telah digelar pada tahun lalu.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami akademika UT Tarakan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di Tarakan dan umumnya di Kaltara,” kata Jeji dalam sambutannya.
Jeji menjelaskan, beberapa rangkaian UT Tarakan Festival Volume 2 yakni lomba futsal tingkat SLTA dan SMK di Tarakan dan Tanjung Selor sebanyak 35 tim, lomba domino hampir 200 pasang peserta, pertandingan freefire tingkat SLTA dan umum, lomba tari dan musik, standup comedy, serta rangkaian akhir pada Sabtu pagi yakni jalan sehat dan zumba.
“Menyambut kegiatan ini, membuat kami cukup bersemangat sehingga kami ingin melanjutkan kegiatan yang sama di tahun depan. Terima kasih kepada pemkot Tarakan memberikan izin menggunakan tempat ini. Kegiatan ini merupakan bukti nyata turut mencerdaskan masyarakat Tarakan,” ujarnya.
Sementara itu, Pj Walikota Tarakan Bustan yang turut hadir dalam kegiatan ini memberikan apresiasi kepada UT Tarakan. Kegiatan ini dinilai memberikan dampak positif bukan hanya untuk peserta lomba akan tetapi terhadap masyarakat sekitar dalam meningkatkan perekonomian.
“Saya yakin selain meningkatkan ekonomi juga meningkatkan PAD untuk membangun Kota Tarakan. UT bukan hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi tapi juga sebagai pilar pengembangan sumber daya manusia dan kemajuan intelektual bagi generasi muda di Tarakan, ” kata Bustan.
Ia menyebutkan, UT telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat tanpa kecuali. Kegiatan UT Tarakan Festival Volume 2 ini menjadi contoh nyata dan dampak positif yang diberikan kampus bukan hanya kepada mahasiswa tapi juga masyarakat luas.
“Ini bukan sekedar Fest tapi sebagai wadah untuk mempromosikan kreativitas mahasiswa dan masyarakat umum melalui perlombaan,” ungkapnya.
Bustan berharap kegiatan serupa dapat digelar secara kontiniu oleh UT Tarakan. Bukan hanya sekali setahun tapi bisa dua atau tiga kali dalam setahun.
“Kami dari pemkot Tarakan siap support. Banyak tempat yang dapat digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan serupa,” pungkasnya. (Sha)



