TARAKAN – Niat hati ingin nge prank temannya jelang hari ulang tahun, postingan akun media sosial Winda Chamay mendadak viral. Hal ini dipicu lantaran menyeret salah satu pejabat di Kalimantan Utara.
Dalam unggahan Winda Chamay beberapa hari lalu menyebutkan jika dirinya mendapat kekerasan dari salah satu oknum anggota DPRD Kalimantan Utara berinisial JB. Kekerasan ini pun sudah ia dapat selama 11 tahun.
Siapa sangka, dari cuitan tersebut membuat kegaduhan luar biasa. Nama pejabat yang disebutkan pun menuai sorotan dari berbagi pihak. Untuk itu, Winda Chamay memberikan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman ini.
Melalui kuasa hukumnya Alif Putra Pratama sekaligus Ketua LBH-HANTAM menyampaikan klarifikasi bahwa postingan yang menyeret nama pejabat di Kaltara hanyalah prank untuk sahabatnya.
“Jadi terkait postingan di akun media sosial Winda_Chamay di akun Instagramnya, dimana ia memposting di Insta Story pada 6 Agustus 2024 kemarin yang kemudian juga sudah diklarifikasi melalui media online dan insta storynya bahwa postingan tersebut adalah prank atau bercanda semata,” paparnya.
Ia menjelaskan bahwa kronologinya pada 6 Juli 2024 kemarin, kliennya membuat Insta Story berisi adanya dugaan kekerasan terhadap kliennya yang dilakukan oleh akun Instagram berinisial JB. Namun lanjutnua kliennya (Winda) pada saat itu tidak bermaksud apa-apa.
“Selain hanya ingin memberikan surprise atau prank kepada sahabatnya bernama sahabatnya bernama Lia Agustina. Kebetulan sahabatnya ini berulang tahun di tanggal 7 Agustus 2024. Jadi karena mereka ini berteman bertiga jadi saudara JB, klien kami Winda dan juga sahabatnya Lia Agustina bahkan sempat satu kantor menjadi karyawannya saudara JB pada saat itu sehingga akrablah,” terangnya.
Sehingga ia menegaskan sekali lagi tujuannya kliennya kemarin hanya sekadar surprise. Postingan pertama men-tag akun inisial JB, dengan maksud apakah sahabatnya bernama Lia sudah melihat postingannya. “Setelah sudah dilihat langsung dihapus. Ternyata pada saat sudah dihapus itu ada beberapa orang yang sudah screenshoot. Dan tiba-tiba naik di salah satu media online,” ujarnya.
Pihaknya menyampaikan lagi bahwa untuk meminta hak jawab juga membingungkan karena tidak mengetahui siapa kontributornya. Sehingga pihaknya melaksanakan konferensi pers tadi malam menyampaikan hak jawab dan klarifikasi.
“Postingan ini untuk candaan kepada sahabatnya. Karena sudah viral, akhirnya kemarin klien kami dipanggil kepolisian memberikan klarifikasi terkait postingannya di Insta Story. Klien kami kemarin malam hadir di Polres Tarakan berikan klarifikasi terkait postingan dan sudah selesai,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga sudah dapatkan keterangan berkesuaian dan sebenarnya terhadap isi postingan kliennya. Ia melanjutkan memang ada media influencer Instagram posting insta story yang sudah diklarifikasi kliennya.
“Maksud kami undang rekan media, untuk memberikan imbauan dan akun influencer di Tarakan tidak lagi mempolitisasi karena ini kan inisial JB salah satu politikus di Kaltara dan juga tidak lagi diberitakan yang sebenarnya karena sudah ada klarifikasi dari pemilik akun dan juga ke pihak berwenang Polres Tarakan,” ujarnya.
Manakala ada pemberitaan pihak kliennya lagi, membuat kliennya merasa dipersekusi dan membuat mental kliennya bisa jatuh.
“Kondisi mental klien kami masih down akibat viralnya ini dan tidak bisa hadir. Kami sampaikan ke masyarakat, lebih berhati-hati gunakan sosmed dan komentar di sosmed. Ketika klien kami merasa dirinya dipersekusi sedangkan dirinya sudah klarifikasi bisa saja klien kami lakukan penuntutan hukum,” pungkasnya. (Sha)



