
NUNUKAN – Perairan Tanjung Haus, yang biasanya tenang, berubah menjadi saksi bisu tragedi pada Rabu (13/8/2025) dini hari. Sebuah perahu kayu (jongkong) bermesin tunggal 15 PK, yang membawa harapan dan muatan rumput laut, ditelan gelombang ganas. Meninggalkan duka dan cemas bagi keluarga yang ditinggalkan. Insiden ini mengakibatkan satu nelayan hilang, sementara dua lainnya berhasil selamat dalam kejadian yang mendebarkan.




Korban selamat adalah Muhammad Agus, 27 tahun, dan Sahril, 34 tahun. Keduanya merupakan warga Desa Tanjung Aru dan Tanjung Harapan, Kecamatan Sebatik Timur. Sementara itu, Firmansyah, 50 tahun, masih belum ditemukan hingga saat ini. Hal ini menambah pilu suasana.






Menurut laporan, pada hari Selasa (12/8/2025), Sahril bersama Agus dan Firmansyah berangkat dari Desa Balangsiku menuju perairan Tanjung Haus untuk mencari rumput laut.



“Pada pukul 01.30 WITA, perahu mereka dihantam gelombang besar yang menyebabkan perahu tersebut tenggelam,” kata Komandan Lanal (Danlanal) Nunukan Letkol Laut (P) Primayantha Maulana Malik dalam keterangan tertulisnya.






Ketiga nelayan itu pun terombang-ambing di laut dalam kegelapan malam. Agus ditemukan selamat pada pukul 05.00 WITA oleh nelayan lain bernama Junaidi, sementara Sahril ditemukan pada pukul 07.00 WITA oleh Wawan dalam keadaan berpegangan pada perahu yang tenggelam. Perahu jongkong yang tenggelam ditemukan oleh warga bernama Roy sekitar pukul 11.37 WITA.
Akibat kejadian ini, satu perahu mesin 15 PK beserta muatan rumput laut sekitar 1 ton tenggelam, menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit.
Primayantha mengaku telah memerintahkan Danposal Taiwan dan Tanjung Haus untuk membantu pencarian korban yang hilang.
“Tim SAR direncanakan akan melanjutkan pencarian pada hari Kamis (14/8/2025) dari Desa Balansiku Sebatik,” ujarnya.
Di tengah cemas dan doa yang tak putus, pencarian Firmansyah terus dilakukan. Semoga keajaiban datang dan Firmansyah segera ditemukan dalam keadaan selamat, kembali ke pelukan keluarganya.
“Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru mengenai kejadian ini, karena setiap detik adalah harapan,” pungkasnya. (Sym)