
TARAKAN – Organisasi kepemudaan Association of Young Sustainability (AYS) Indonesia menyatakan kekecewaan sekaligus keprihatinan atas munculnya isu yang dianggap merugikan upaya mereka dalam membina generasi muda di Kota Tarakan.




Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua AYS Indonesia, Abrar Putra Siregar, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DRPD Tarakan dan Pertamina membahas keterbukaan dana Corporate Social Responsibility (CSR).






Abrar mengaku terkejut dengan tudingan yang diarahkan, padahal selama ini pihaknya telah berjuang membina anak-anak muda dari level lokal, provinsi, hingga ke tingkat internasional. Bahkan, banyak program yang dilaksanakan menggunakan dana pribadi demi mengharumkan nama Tarakan.






“Jadi upaya yang selama ini kami buat sampai menggunakan dana pribadi kami aja kok diginiin. Ini yang menjadi salah satu apa yah ibaratnya mungkin kita perlu sama-sama berdiskusi apa itu AYS Indonesia ataupun apa itu organisasi lain jangan sampai sudah seperti ini tidak terbukti karena ini berbahaya bagi kita semua. Itu yang menjadi poin utamanya,” kata Abrar.



Ia menegaskan, tidak ada sepeser pun dana yang diterima AYS Indonesia dari perusahaan dalam kegiatan mereka. Semua prestasi yang diraih murni hasil kerja keras dan dukungan internal organisasi.
Meski begitu, Abrar mengaku pihaknya tetap membuka diri untuk evaluasi. Ia menilai forum yang digelar menjadi momen penting untuk memperbaiki kelemahan, sekaligus memperkuat program ke depan.
Abrar berharap ke depan komunikasi antara organisasi kepemudaan dan berbagai pihak bisa berjalan lebih terbuka. Menurutnya, jangan sampai ada kesalahpahaman yang justru menghambat upaya membangun generasi muda.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi saat ini, upaya kami sudah maksimal kenapa bisa jadi begini. Semoga ini bisa jadi pembelajaran untuk semua mungkin bisa diajak diskusi terlebih dahulu biar ada titik terang,” tutupnya. (Pra)