TARAKAN – Komisi III DPRD Kota Tarakan meminta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) untuk lebih kreatif dalam menyebarkan informasi publik, terutama lewat media sosial.
Hal ini mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Selasa (2/9/2025), membahas sejumlah kendala dalam pengelolaan informasi di kota tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana, blak-blakan menyebut pengelolaan informasi publik di Tarakan masih kurang maksimal.
Menurutnya, media sosial seperti Instagram, Facebook, WhatsApp, hingga TikTok harus dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi pelayanan publik secara lebih kekinian.
“Sekarang eranya medsos, kita nggak cuma bisa andalkan website. Bahasa yang digunakan juga harus milenial, biar masyarakat cepat nangkap dan nggak ribet,” tegas Randy.
Randy berharap Kepala DKISP yang baru, Endah Sarasningaih, bisa membawa angin segar. Ia juga menyoroti program prioritas pemerintah kota yang dinilai sudah berjalan baik, tapi kurang gaung di masyarakat.
“Program pemerintah itu sudah oke, realisasinya juga bagus. Tapi belum maksimal dipublikasikan, masyarakat jadi nggak tahu apa yang sudah dikerjakan,” ujarnya.
Soal videotron, Randy menyinggung kondisi videotron di Tarakan yang sudah uzur dan tak lagi berfungsi. Ia menjanjikan dukungan Komisi III untuk mendorong pengadaan videotron baru.
“Visualisasi itu penting di zaman sekarang. Kami akan bahas serius sama pemerintah, semoga tahun depan Tarakan punya videotron baru,” katanya.

Di sisi lain, Kepala DKISP Tarakan, Endah Sarasningsih, menyambut antusias dukungan dari Komisi III. Meski mengakui adanya keterbatasan SDM dan anggaran, ia optimistis bisa meningkatkan kinerja.
“Kami bersyukur Komisi III mendukung penuh, termasuk untuk mempublikasikan program unggulan Wali Kota dan mengaktifkan kembali videotron atau baliho,” ungkap Endah.
Endah juga mengajak awak media untuk ikut mempromosikan kinerja pemerintah.
“Bantuan teman-teman jurnalis sangat kami harapkan, biar masyarakat tahu apa yang sudah dilakukan pemerintah. Jangan sampai ada anggapan pemerintah nggak kerja,” pintanya. (*)



