TARAKAN – Komisi III DPRD Kota Tarakan melaksanakan kunjungan lapangan pada Senin, 19 Januari 2026, pukul 11.00 WITA. Kunjungan yang dipusatkan di RT.14 Kelurahan Kampung Enam ini bertujuan untuk meninjau titik jalan longsor serta mencari solusi atas permasalahan infrastruktur di kawasan tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, memimpin peninjauan yang juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta perangkat kelurahan setempat.

Kerusakan jembatan tersebut diduga kuat terjadi akibat debit air yang sangat besar dari arah lereng gunung. Derasnya aliran air ini terus-menerus mengikis dinding penahan atau siring yang ada, hingga akhirnya siring tersebut rebah dan menyebabkan badan jalan serta jembatan anjlok (ambles).
Melihat kondisi geografis di lokasi yang berada di lereng bukit, pimpinan romnongan Komisi III, Randy Ramadhana Erdian, menyarankan agar perbaikan tidak lagi menggunakan metode siring beton konvensional yang rawan roboh jika tanah kembali tergerus. Ia mengusulkan metode ulinisasi sebagai solusi jangka panjang.
“Saran saya untuk di Kampung Enam ini lebih bagus kita ulinisasi saja. Karena kayu (ulin) bisa berdiri kokoh di dalam tanah dan lebih aman dibanding kita pasang siring beton tinggi yang berisiko rebah lagi dan membuat jalan ambles kembali,” ujar Randy di lokasi peninjauan.

Terkait realisasi perbaikan, Randy menyatakan telah berkoordinasi dengan Dinas PU Kota Tarakan untuk memprioritaskan penanganan di titik tersebut. Namun, pihaknya masih akan mengecek ketersediaan anggaran pada tahun berjalan ini.”Saya akan coba komunikasikan lagi dengan Dinas PU, apakah sudah ada anggaran untuk tahun ini atau belum untuk perbaikan jembatan tersebut,” pungkasnya.
Kondisi jembatan ini menjadi perhatian serius karena merupakan akses vital bagi warga setempat.(Sha)



