Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Dino Andrian: Penanggulangan HIV di Kaltara Butuh Regulasi Keras, Bukan Sekadar Kertas
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Dino Andrian: Penanggulangan HIV di Kaltara Butuh Regulasi Keras, Bukan Sekadar Kertas

redaksi
redaksi
Published: 9 Februari 2026
Share
3 Min Read
SHARE

TARAKAN – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Dino Andrian, melontarkan kritik tajam sekaligus usulan radikal dalam rapat kerja pembahasan Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Kaltara, Senin siang.



 

Dino menegaskan bahwa cara-cara konvensional yang selama ini digunakan dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS telah terbukti gagal dan tidak efektif jika terus dipaksakan di Bumi Benuanta.



 



Politisi Hanura ini mengawali interupsinya dengan menyoroti kegagalan beberapa daerah lain yang selama ini dijadikan rujukan, seperti Jawa Timur. Ia menyebut bahwa meski daerah tersebut sering dianggap sebagai contoh penanggulangan, data tahun lalu justru menunjukkan angka kasus HIV tertinggi secara nasional.

 

“Dalam hal penanggulangan, saya kira kita tidak bisa menggunakan cara biasa lagi. Kita tidak bicara soal hak asasi di sana, kita kesampingkan dulu nilai-nilai kemanusiaan yang menghambat efektivitas, karena faktanya cara-cara biasa hanya berujung pada kegagalan,” tegas politisi muda tersebut di hadapan pimpinan komisi dan perwakilan Pemerintah Provinsi Kaltara.

 

Menurutnya, pemerintah harus memiliki keberanian untuk keluar dari pola pikir lama yang hanya mengandalkan langkah-langkah pencegahan normatif. Dino menyoroti bahwa peningkatan jumlah screening atau tes kesehatan memang diperlukan, namun jika berhenti pada tahap pendataan tanpa ada tindakan paksa atau regulasi yang mengikat, maka angka kasus hanya akan terus melonjak tanpa solusi konkret.

 

Ia khawatir keterbatasan anggaran dan sifat sukarela dari tes tersebut justru membuat pemerintah hanya menjadi penonton di tengah meningkatnya jumlah penderita setiap tahunnya.

 

Lebih jauh, Dino mengusulkan agar intervensi dilakukan secara dini dan masuk ke ranah institusi pendidikan dengan pengawasan yang lebih ketat. Ia mendorong adanya deteksi fisik dan pemantauan terhadap potensi penyimpangan orientasi seksual sejak dini di sekolah-sekolah melalui regulasi yang memungkinkan tenaga pendidik melakukan tindakan nyata.

 

“Harapan saya, kita sebagai sebuah pemerintahan di Kalimantan Utara berani tidak kita keluar dari garis? Kalau ini terus kita lakukan seperti ini, ya tunggu saja setiap tahun akan meningkat terus tanpa ada penurunan,” ujarnya.

 

Di akhir penyampaiannya, Dino mendesak agar Rapergub yang tengah disusun tidak hanya menjadi kertas yang lembut, melainkan harus dirumuskan menjadi regulasi yang bersifat keras dan radikal. Ia meminta Komisi IV dan perangkat daerah terkait untuk berkolaborasi menciptakan aturan yang memungkinkan adanya upaya paksa demi kepentingan masyarakat yang lebih luas.

 

“Hanya itu yang bisa kita lakukan. Kita butuh regulasi yang sifatnya keras dan radikal supaya pola penanggulangan ini bisa maksimal, sehingga nanti saat dievaluasi, kita benar-benar memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat Kaltara,” pungkasnya. (Sha)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Penjelasan Ketua DPRD Tarakan Soal Anggaran 2026: Sesuai UU dan Sudah Diefisiensikan 3 April 2026
  • Peringati HUT ke-80, Persit KCK Cabang XIX Dim 0907 Tarakan Ziarah ke TMP Dwikora 1 April 2026
  • Dandim 0907/Tarakan Pimpin Kenaikan Pangkat 14 Personel dan Pelepasan Prajurit Purna Tugas 1 April 2026
  • DPRD Tarakan Bakal Gelar RDP Bahas Pembatalan 300 Sertifikat Tanah di Juata Permai 31 Maret 2026
  • Kapolda Kaltara Jamin Rekrutmen Polri 2026 Bersih dan Transparan Melalui Pakta Integritas 31 Maret 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

DPRD KALTARA

DPRD Kaltara dan Tokoh Adat Tidung Berkomitmen Perbaiki Makam Pejuang Puang Muhammad Ali

25 Maret 2026
DPRD KALTARA

Jufri Budiman Inginkan Kaltara Mandiri Telur Ayam Lewat Inovasi Pakan dan Kandang Modern

17 Maret 2026
DPRD KALTARA

Jufri Budiman Ingatkan Pengelola Pelabuhan Antisipasi Lonjakan Penumpang Mudik 2026

16 Maret 2026
DPRD KALTARA

Jufri Budiman Tekankan Pentingnya Pemahaman Perda Tata Kelola Desa bagi Masyarakat Kaltara

12 Maret 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?