TARAKAN – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus memperluas jangkauan program edukasi teknologinya hingga ke wilayah utara Kalimantan dengan menyelenggarakan kegiatan capacity building di Universitas Borneo Tarakan, Selasa (10/2/2026!.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mencetak talenta digital yang kompeten, tidak hanya di kota-kota besar tetapi juga di wilayah perbatasan Indonesia. Melalui kolaborasi ini, Indosat berupaya memberikan pemahaman mendalam mengenai teknologi masa depan kepada para mahasiswa agar mereka siap berkontribusi dalam ekonomi digital.
SVP Head of Region Kalimantan IOH, Sugiyanto, menekankan pentingnya penguasaan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bagi generasi muda di daerah.
Menurutnya, akses terhadap pengetahuan teknologi harus bersifat inklusif dan menjangkau setiap pelosok negeri demi mewujudkan kemajuan yang merata di seluruh Indonesia.
“Kita memberikan satu pengetahuan terkait dengan literasi digital dan juga terkait dengan AI, karena ke depan kita ingin talenta-talenta di Tarakan ini juga tidak kalah dengan talenta-talenta yang ada di Jakarta maupun di luar negeri,” ujar Sugiyanto menjelaskan tujuan utama kehadirannya di kampus tersebut.
Selain fokus pada pengembangan sumber daya manusia, Indosat juga memperkenalkan solusi teknologi praktis yang dapat diterapkan pada sektor unggulan lokal di Tarakan dan Kalimantan Utara, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.
Salah satu inovasi yang ditonjolkan adalah pemanfaatan perangkat berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu produktivitas masyarakat pesisir.
Sugiyanto menambahkan bahwa teknologi ini dapat digunakan secara spesifik untuk meningkatkan hasil budidaya lokal.
“Kita juga ada membawa perangkat terkait dengan IoT, di mana perangkat itu bisa digunakan untuk mengukur kualitas air bagi para petambak maupun petani rumput laut yang ada di Kalimantan Utara ini,” tambahnya.
Dengan adanya dukungan teknologi ini, Indosat berharap dapat memberdayakan masyarakat lokal di wilayah perbatasan agar lebih berdaya saing melalui efisiensi berbasis data.(sha)



