Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Mengubah Limbah Menjadi Energi, Langkah Strategis DPRD Tarakan Jaga Lingkungan Tarakan
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Mengubah Limbah Menjadi Energi, Langkah Strategis DPRD Tarakan Jaga Lingkungan Tarakan

redaksi
redaksi
Published: 18 Februari 2026
Share
3 Min Read
SHARE

TARAKAN – Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana, mendorong penerapan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai solusi pengelolaan sampah menyusul cepatnya kepenuhan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Juwata Kerikil.

 

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Dinas Lingungan Hidup (DLH) serta hasil peninjauan langsung di lapangan, TPA yang baru beroperasi sekitar September tahun lalu itu kini sudah hampir mencapai kapasitas maksimal.

 

“Setelah RDP kemarin, kami mendapat informasi bahwa TPA Juwata Kerikil sudah hampir penuh. Kami turun langsung ke lokasi dan memang kondisinya hampir penuh, meskipun tahun ini direncanakan pembangunan sel baru,” ujarnya, Rabu (18/2/26).

 

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Dinas Lingungan Hidup (DLH) serta hasil peninjauan langsung di lapangan, TPA yang baru beroperasi sekitar September tahun lalu itu kini sudah hampir mencapai kapasitas maksimal.

 

“Setelah RDP kemarin, kami mendapat informasi bahwa TPA Juwata Kerikil sudah hampir penuh. Kami turun langsung ke lokasi dan memang kondisinya hampir penuh, meskipun tahun ini direncanakan pembangunan sel baru,” ujarnya, Rabu (18/2/26).

 

Menurut Randy, pemanfaatan lahan seluas sekitar 50 hektare tidak dapat sepenuhnya diisi sel pembuangan. Karena itu, Komisi III mulai mencari metode pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

 

Salah satu opsi yang dikaji adalah pengolahan sampah menjadi RDF, yakni bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Gagasan tersebut muncul setelah Komisi III berdiskusi dengan pihak pengelola sampah yang berpengalaman menangani limbah skala besar.

 

“RDF ini mengolah sampah menjadi bahan bakar. Ini inovasi yang baik, tetapi tentu harus memenuhi aturan dan regulasi yang berlaku,” katanya.

 

Ia menjelaskan, dalam proses RDF, sampah dipilah dan dicacah, kemudian diolah menjadi bentuk padat yang dapat digunakan sebagai bahan bakar industri, terutama pabrik semen yang telah banyak memanfaatkan energi alternatif.

 

Randy menilai penerapan RDF berpotensi menjadi solusi jangka panjang karena tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa rencana tersebut masih memerlukan kajian teknis, regulasi, dan perhitungan investasi.

 

“Kita perlu data yang konkret sebelum dilaporkan secara resmi kepada kepala daerah. Kalau kalkulasinya baik untuk jangka panjang, tentu ini bisa menjadi solusi yang bermanfaat,” jelasnya.


Selain aspek teknis, ia menekankan pentingnya perencanaan matang terkait pembangunan fasilitas pendukung dan pengadaan mesin pengolahan. Ia juga membuka kemungkinan kerja sama dengan pihak profesional guna memastikan pengelolaan berjalan optimal.


Randy berharap inovasi pengelolaan sampah ini dapat menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

 

“Harapannya, barang yang selama ini kita buang justru bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Pecahkan Rekor MURI, Kodim 0907/Trk Tanam Ribuan Bibit Pohon dalam Aksi Serentak Kodam VI/Mulawarman 4 Mei 2026
  • Awali Kontestasi, Abdul Salam Menjadi Pendaftar Pertama Calon Ketua Umum HMI Tarakan 3 Mei 2026
  • Kapolda Kaltara Hadiri Expo Kahutindo di Tarakan, Perkuat Sinergi Buruh dan Ekonomi 3 Mei 2026
  • Momentum Hardiknas, Hasan Basri Salurkan Beasiswa KIP Kuliah untuk Mahasiswa di Penjuru Kaltara 2 Mei 2026
  • Kapolda Kaltara Rayakan May Day 2026 di Tarakan: Perkuat Kolaborasi demi Kesejahteraan Buruh 1 Mei 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

DPRD TARAKAN

Penjelasan Ketua DPRD Tarakan Soal Anggaran 2026: Sesuai UU dan Sudah Diefisiensikan

3 April 2026
DPRD TARAKAN

DPRD Tarakan Bakal Gelar RDP Bahas Pembatalan 300 Sertifikat Tanah di Juata Permai

31 Maret 2026
DPRD TARAKAN

Redam Konflik Akses Jalan di Kampung Satu Skip, Komisi I DPRD Tarakan Kedepankan Upaya Persuasif

16 Maret 2026
DPRD TARAKAN

Gandeng Da’i Nasional, Asrin R. Saleh Siap Gelar Tabligh Akbar dan Buka Puasa Bersama

4 Maret 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?