TARAKAN – Sebuah terobosan besar dalam dunia pendidikan di Kota Tarakan mulai terungkap dalam pertemuan antara Komisi II DPRD dan Dinas Pendidikan, belum lama ini.

Wakil Ketua Komisi II, Markus Minggu, memaparkan adanya program dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan untuk membangun sekolah terintegrasi di setiap kecamatan. Konsep ini dinilai sebagai jawaban atas kerumitan sistem pendidikan saat ini yang seringkali terpisah-pisah antar jenjang.
Sekolah terintegrasi merupakan model satu atap yang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks yang sama. Markus menilai konsep ini sangat efisien bagi mobilitas siswa dan pengawasan orang tua karena anak-anak tidak perlu berpindah lokasi jauh saat naik jenjang. Selain itu, integrasi ini juga diharapkan dapat menyeragamkan standar kualitas pendidikan di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kota Tarakan.


Markus menyatakan bahwa komunikasi antara pemerintah pusat dan Dinas Pendidikan Tarakan terkait program ini sudah masuk dalam tahap serius. Sebagai lembaga legislatif, DPRD memberikan dukungan penuh dan mulai menyiapkan langkah-langkah koordinasi untuk memastikan kesiapan lahan serta administrasi di tingkat daerah. Ia melihat program ini sebagai peluang emas bagi Tarakan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia secara signifikan.

“Wacananya akan dibuat satu sekolah terintegrasi di tiap kecamatan, ini sudah tahap komunikasi antara Dinas Pendidikan dengan pusat,” ungkap Markus Minggu.

Baginya, kehadiran sekolah model ini akan mempermudah transisi siswa karena mereka akan tetap berada di lingkungan yang sama dari pendidikan dasar hingga menengah atas, sehingga aspek psikologis siswa pun terjaga.
Program ini rencananya akan didanai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini tentu meringankan beban keuangan daerah (APBD) yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya. Markus menekankan bahwa dukungan pusat ini harus disambut dengan kesiapan infrastruktur pendukung di daerah agar pelaksanaan pembangunannya nanti tidak menemui kendala teknis yang berarti.
Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan ini melihat bahwa sekolah terintegrasi adalah solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah klasik kekurangan sekolah negeri. Dengan adanya satu kompleks besar di tiap kecamatan, distribusi siswa akan lebih merata dan tidak terjadi penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah tertentu saja. Hal ini sejalan dengan visi DPRD untuk menciptakan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh sudut kota tanpa terkecuali.
“Ini menjadi angin segar bagi kita semua karena selama ini kita kekurangan sekolah negeri untuk menampung anak-anak sekolah yang jumlahnya banyak,” tambah Markus.
Ia berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga pembangunan fisik benar-benar terealisasi, demi masa depan generasi muda Tarakan yang lebih cerah dan terencana dengan baik. (Sha)



