Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Hasan Basri Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Mediasi Konflik Global dan Amankan Ketahanan Energi
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Hasan Basri Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Mediasi Konflik Global dan Amankan Ketahanan Energi

redaksi
redaksi
Published: 3 Maret 2026
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA- Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI, Hasan Basri, menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi geopolitik global yang kian memanas.

Menanggapi keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik dengan Iran, serta kontak senjata antara Afghanistan dan Pakistan, Hasan Basri mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera melakukan intervensi diplomatik yang lebih agresif.

Menurutnya, situasi saat ini tidak hanya menjauhkan dunia dari perdamaian, tetapi juga meruntuhkan legitimasi lembaga perdamaian internasional, termasuk Board of Peace (BOP) di mana Indonesia berperan aktif di dalamnya.

Hasan Basri menekankan bahwa Indonesia memiliki kewajiban moral dan hukum untuk bertindak.

Ia mendorong Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri, untuk menjalankan amanat UUD 1945 alinea keempat.

“Sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia tidak boleh sekadar menjadi penonton. Kita harus hadir untuk menghentikan perang dan menciptakan situasi kondusif di Timur Tengah serta wilayah internasional lainnya,” tegas lelaki yang akrab disapa HB ini.

DPD RI menyoroti bahwa peperangan hanya akan menyisakan duka mendalam bagi peradaban.

Hasan Basri merinci beberapa dampak fatal dari konflik yang berkepanjangan. Lonjakan korban jiwa dan meningkatnya jumlah penyandang disabilitas akibat luka perang.

Kerugian finansial yang masif bagi semua pihak yang terlibat. Kerusakan tatanan hukum internasional yang seharusnya dipatuhi oleh bangsa-bangsa berdaulat.

Dalam pernyataannya, Hasan Basri menyerukan agar PBB segera menunjukkan eksistensinya sesuai mandat Piagam PBB Pasal 2 prinsip-prinsip dasar dan pasal 4 kewajiban dan keanggotaan.

Selain itu, ia secara khusus meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk lebih maksimal dalam menangani konflik sesama negara anggota, seperti Afghanistan dan Pakistan.

Indonesia disarankan untuk mengusulkan Sidang Umum Luar Biasa atau pertemuan tingkat kepala negara, baik di lingkup PBB maupun OKI, guna memutus rantai eskalasi perang secara cepat.

Di sisi domestik, Hasan Basri memberikan peringatan serius mengenai dampak konflik terhadap sektor energi.

Dengan ketergantungan impor minyak yang tinggi dari kawasan Arab, gangguan di Timur Tengah dapat melumpuhkan stabilitas dalam negeri.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, cadangan minyak nasional saat ini hanya bertahan untuk sekitar 20 hari.

Pemerintah diminta segera menyusun skema mitigasi guna melindungi masyarakat dari ancaman krisis energi global.

Terakhir, Hasan Basri mengingatkan bahwa perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah konflik adalah harga mati. Pemerintah diminta bersiap melakukan langkah evakuasi jika situasi terus memburuk.

“Perang tidak akan pernah menyelesaikan masalah hanya menyengsarakan rakyat. Terlebih di bulan Ramadan ini, kami menyerukan dialog dan persaudaraan demi menjaga perdamaian abadi,” tutupnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Kelola Parkir Dialihkan ke Swasta, Setoran PAD Tarakan Capai Rp102 Juta per Bulan 3 Maret 2026
  • Dewan Minta Prosedur Keluhan Program MBG Disosialisasikan ke Orang Tua Siswa 3 Maret 2026
  • Hasan Basri Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Mediasi Konflik Global dan Amankan Ketahanan Energi 3 Maret 2026
  • Sidak SMK 4 Tarakan, Komisi IV DPRD Kaltara Temukan Ruang Kelas Tak Layak Huni 2 Maret 2026
  • Temukan MBG Tak Sesuai Standar, Komisi IV Siapkan Rekomendasi Sanksi 2 Maret 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

EKONOMINEWS

Ramadhan sebagai Penggerak Ekonomi, BI Kaltara Gelar Festival Literasi Syariah dan Hadirkan Hanan Attaki

1 Maret 2026
EKONOMINEWS

Dorong Inklusi Keuangan, BI Kaltara Wajibkan Transaksi QRIS di Bazar UMKM KaShaFa 2026

1 Maret 2026
EKONOMINEWS

BI Kaltara Bidik Transaksi Rp3 Miliar di Road to KaShaFa 2026, Perkuat Ekonomi Syariah Nasional

1 Maret 2026
NEWS

Dua Agenda Utama Ustadz Hanan Attaki di Tarakan: Dari TACC hingga Pesantren Daarul Qur’an

1 Maret 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?