TANJUNG SELOR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., secara resmi memimpin upacara pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas dalam rangka penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung khidmat di Gedung Rupatama Bharadaksa, Selasa (31/3/2026).


Didampingi Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., dan Karo SDM Polda Kaltara Kombes Pol. Warsono, S.H., S.I.K., M.H., Kapolda menegaskan bahwa seluruh proses seleksi akan dikawal ketat demi menjaga marwah institusi.
“Pakta integritas yang kita tandatangani hari ini harus benar-benar menjadi pedoman dalam setiap tindakan, bukan hanya di atas kertas, tetapi dalam pelaksanaan nyata,” tegas Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy saat memberikan arahan.




Kegiatan ini menjadi sorotan menyusul tingginya antusiasme masyarakat Kalimantan Utara dengan total pendaftar mencapai 1.326 orang, yang terdiri dari 1.150 pria dan 176 wanita untuk berbagai jalur formasi.


“Rekrutmen ini adalah gerbang awal membentuk SDM Polri unggul dan presisi, terlebih di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, kita membutuhkan anggota Polri yang berintegritas,” ujar Jenderal bintang dua tersebut terkait komposisi pendaftar yang mencakup calon Taruna Akpol, Bintara, hingga Tamtama Brimob dan Polair.


Dalam upaya meminimalisir penyimpangan, Polda Kaltara telah menyiapkan sistem pengawasan berlapis yang menggabungkan audit internal-eksternal serta pemanfaatan teknologi digital mutakhir.
“Seluruh tahapan seleksi akan dilaksanakan secara clear and clean melalui aplikasi C&C Polri serta penggunaan teknologi face matching untuk mencegah segala bentuk kecurangan selama proses berlangsung,” jelas Kapolda meyakinkan para peserta.
Menutup arahannya, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjadi pengawas independen guna memastikan lahirnya generasi polisi yang berkualitas dan akuntabel.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk melakukan pengawasan aktif, memberikan masukan, serta segera melaporkan jika ditemukan adanya penyimpangan dalam setiap tahapan seleksi ini,” pungkasnya.(*)



