TARAKAN – Keberhasilan pelaksanaan Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 TA 2026 di Kota Tarakan tidak hanya diukur dari selesainya fisik bangunan, tetapi juga dari hidupnya kembali nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat. Program terpadu ini menjadi momentum penting untuk mempererat kemanunggalan antara TNI dan rakyat dalam membangun daerah.
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Program TMMD oleh Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M. Kes, bersama Dandim 0907/Trk Letkol Inf Danan Wisnubrata, S.Sos., M.Han., menandai dimulainya kerja bersama antara prajurit TNI dan warga lokal. Sinergi ini akan melingkupi pengerjaan sasaran fisik di Kelurahan Mamburungan dan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur.
Dalam pelaksanaannya, para prajurit TNI akan bahu-membahu bersama warga dalam membuka jalan sepanjang 2.500 meter, membangun parit 5.000 meter, hingga merehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta tempat ibadah. Kehadiran TNI yang tinggal dan bekerja bersama masyarakat memperkuat ikatan kekeluargaan serta kemitraan di lapangan.
Komandan Kodim 0907 Tarakan, Letkol Inf Danan Wisnubrata, menegaskan bahwa nilai utama dari TMMD adalah merawat tradisi kebersamaan bangsa. “TMMD adalah wujud nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. TNI lahir dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Lewat spirit gotong royong ini, pengerjaan fasilitas fisik yang berat akan terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama-sama dengan penuh rasa kekeluargaan,” ungkap Letkol Inf Danan Wisnubrata.
Tidak hanya dalam pembangunan fisik, aspek partisipasi warga juga didorong melalui berbagai kegiatan non-fisik. Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, hingga sosialisasi kesehatan dan KB menjadi ruang dialog interaktif yang mempererat hubungan antara prajurit Satgas TMMD dan warga sekitar.
Semangat gotong royong yang terbangun selama TMMD ke-130 ini diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Hubungan harmonis dan rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat dari warga terhadap hasil-hasil pembangunan akan menjadi modal sosial berharga untuk menjaga dan merawat seluruh fasilitas publik di Tarakan secara berkelanjutan. (Sha)



