Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Pembelajaran Tatap Muka Dinilai Belum Tepat, Dinas Terkait Disarankan Begini…
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Pembelajaran Tatap Muka Dinilai Belum Tepat, Dinas Terkait Disarankan Begini…

redaksi
redaksi
Published: 4 Januari 2021
Share
3 Min Read
TATAP MUKA : Siswa melakukan pembelajaran tatap muka. Di sisi lain, pembelajaran tatap muka ini mendapat penolakan,
SHARE

TARAKAN – Rencana pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 di Kota Tarakan awal tahun ini terus menuai penolakan. Upaya pemerintah segera memberlakukan proses tersebut dinilai kurang tepat sehingga harus ditunda.

Akademisi Universitas Borneo, Dr Suyadi SS MEd mengungkapkan, wacana tersebut tidak tepat digelar di tengah kondisi penularan Covid-19 yang meningkat. Sebaiknya, kata Suryadi, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mempertimbangkan segala hal jika memang wacana tersebut dilaksanakan.

“Sejauh ini kluster lokal semakin masif. Sehingga perlu pertimbangan yang matang, karena saat ini penularan Sovid-19 sangat masif, sehingga jangan sampai sekolah tatap muka membuat kondisi semakin parah,” imbuhnya.

Dalam proses pembelajaran tatap muka, Pemkot Tarakan harus memberi ruang prioritas pada keselamatan siswa dan guru. Hal ini harus dilakukan agar pelaksanaan pendidikan dapat berjalan secara optimal. Begitu juga dengan orang tua, kata Suryadi, harus bersabar dan ikut membantu pemerintah agar anaknya betah belajar di rumah.

“Karena kalau tatap muka dipaksakan di tengah penularan semakin besar, maka hal itu juga akan menimbulkan kerugian. Dan pelaksanaan belajar-mengajar juga tidak bisa berjalan seperti yang diharapkan,” tukasnya.

Senada disampaikan praktisi kebijakan pendidikan United Nation (UN), Muhammad Nour. Menurutnya, wacana pembelajaran tatap muka belum tepat dilaksanakan. Mengingat, tren angka penularan yang terjadi setiap hari semakin tinggi dan saat ini vaksin masih dalam proses produksi massal. Sehingga, kata dia, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan setelah pemberian vaksin.

“Apa salahnya kita menunggu sedikit lagi sampai vaksin betul-betul sudah disuntikan kepada seluruh masyarakat. Karena kalau tidak, bisa saja belajar tatap membuat penularan semakin besar,” imbuhnya.

Soal keluhan orang tua dan sebagian guru, sarannya, dinas terkait sebaiknya segera melakukan inovasi sistem pembelajaran agar bisa diterapkan orang tua dan siswa. Salah satu contohnya, kata Muhammad Nour, sekolah melakukan pemetaan pengalaman belajar siswa dan orang tua selama belajar di rumah.

“Mana siswa atau orangtua yang dapat beradaptasi dengan cepat, mana siswa atau orang tua yang sampai saat ini masih berusaha beradaptasi,” katanya.

Selanjutnya, kata Muhammad Nour, pihak sekolah membuat metodologi pembelajarannya, seperti durasi belajar dan jenis penugasannya. Setelah itu, sekolah bisa menyesuaikan penerapannya kepada siswa.

“Memang tidak mudah, tapi dengan kondisi saat ini tentu sekolah memiliki kewajiban dalam memberikan transfer materi secara maksimal untuk menyesuaikan keadaan. Karena, kondisi tidak terduga, sehingga mungkin sebagian siswa tidak siap dalam menghadapi belajar yang diterapkan saat ini,” pungkasnya. (*/da)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Kelola Parkir Dialihkan ke Swasta, Setoran PAD Tarakan Capai Rp102 Juta per Bulan 3 Maret 2026
  • Dewan Minta Prosedur Keluhan Program MBG Disosialisasikan ke Orang Tua Siswa 3 Maret 2026
  • Hasan Basri Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Mediasi Konflik Global dan Amankan Ketahanan Energi 3 Maret 2026
  • Sidak SMK 4 Tarakan, Komisi IV DPRD Kaltara Temukan Ruang Kelas Tak Layak Huni 2 Maret 2026
  • Temukan MBG Tak Sesuai Standar, Komisi IV Siapkan Rekomendasi Sanksi 2 Maret 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

DPD RINEWS

Hasan Basri Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Mediasi Konflik Global dan Amankan Ketahanan Energi

3 Maret 2026
EKONOMINEWS

Ramadhan sebagai Penggerak Ekonomi, BI Kaltara Gelar Festival Literasi Syariah dan Hadirkan Hanan Attaki

1 Maret 2026
EKONOMINEWS

Dorong Inklusi Keuangan, BI Kaltara Wajibkan Transaksi QRIS di Bazar UMKM KaShaFa 2026

1 Maret 2026
EKONOMINEWS

BI Kaltara Bidik Transaksi Rp3 Miliar di Road to KaShaFa 2026, Perkuat Ekonomi Syariah Nasional

1 Maret 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?