Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Jangan Beli Invitation! Gabung Clubhouse Itu Gratis
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Jangan Beli Invitation! Gabung Clubhouse Itu Gratis

redaksi
redaksi
Published: 16 Februari 2021
Share
3 Min Read
Ilustrasi : Aplikasi
SHARE

JAKARTA – Lantaran banyak tokoh dan influencer Tanah Air ramai bergabung di Clubhouse, banyak netizen yang ingin join di media sosial (medsos) berbasis audio chat ini. Hanya saja saat ini cara bergabung Clubhouse tidak semudah Instagram ataupun medsos lainnya.
Seseorang harus punya teman yang sudah menjadi pengguna Clubhouse. Nantinya dia bisa mengirimkan invitation atau memperbolehkan masuk ke dalam media sosial ini.

Sayangnya eksklusivitas ini dimanfaatkan sejumlah oknum untuk menjual invitation Clubhouse di e-commerce, salah satunya Tokopedia. Undangan tersebut ditawarkan seharga Rp 150 ribu. Konsultan kreatif sekaligus CEO Riuh Renjana Creative, Dwika Putra, menyarankan untuk tidak membelinya.

“Menurut saya tidak perlu (dibeli), karena sebenarnya bisa diperoleh gratis, selama kita bisa mendapat jalur yang tepat. Apalagi, ada beberapa ‘gerakan’ yang dibuat untuk memerangi penjualan tersebut, dengan cara membagi-bagi invitation gratis,” kata Dwika.

Saat ini Clubhouse memang tengah menjadi fenomena. Sejak Elon Musk membuat sesi obrolan, membuat medsos besutan Paul Davison dan Rohan Seth itu mendadak populer. Semua orang pun ingin bergabung untuk menjajalnya, termasuk di Indonesia.

Dalam beberapa dua pekan terakhir, banyak netizen di Tanah Air bergabung. Ini bisa dilihat makin beragamnya topik obrolan, serta bertambahnya jumlah speaker maupun listener di setiap room. Rasanya tren ini akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

“Menurut saya sih orang Indonesia saat ini sedang masuk fase sangat antusias terhadap Clubhouse. Ketertarikan terhadap hal baru, ditambah promosi dari berbagai publik figur, pastinya akan semakin menumbuhkan rasa FOMO atau takut tertinggal. Hal ini akan menyebabkan makin banyak orang tertarik untuk masuk Clubhouse,” ujar Dwika menanggapi fenomena Clubhouse di Indonesia.

Hanya saja Dwika enggan menebak-nebak sejauh mana kehebohan Clubhouse di Indonesia ini akan terus berlangsung. Tapi menurutnya media sosial yang didirikan Maret 2020 bisa menjadi platform yang bisa diperhitungkan.

“Saya tidak mau menebak-nebak, tetapi melihat perkembangan yang ada saat ini, sepertinya Clubhouse akan jadi sebuah alternatif untuk platform konten yang cukup bisa diperhitungkan. Sifatnya yang dapat dijadikan background noise, karena dapat didengar sambil melakukan hal lain, akan menjadi faktor pembeda yang cukup signifikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Dwika memberikan saran penting bagi kamu yang ingin bergabung ke Clubhouse. Kendati bentuknya media sosial, baiknya untuk berkomunikasi dan interaksi di Clubhouse selayaknya di dunia nyata.

“Perlakukanlah komunikasi dan interaksi di Clubhouse sebagaimana komunikasi dan interaksi di dunia nyata. Apa yang menyakitkan untuk disampaikan di dunia nyata, juga akan menyakitkan jika disampaikan di Clubhouse, sebagaimana dengan social media lainnya,” tuturnya

“Selalu ingat bahwa di balik avatar sekecil jari kamu, ada orang yang sungguh nyata yang mendengar dan merasakan apa yang kamu katakan,” tegas Dwika.(int/sha)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Mendukung Profesionalisme Desa, Ibrahim Ali Sambut Positif Pembentukan PPDI Tana Tidung 30 November 2025
  • Sinergi Tana Tidung dan Kementerian PUPR: Ibrahim Ali ‘Jemput Bola’ Sukseskan Program 3 Juta Rumah 30 November 2025
  • Beasiswa KTT Pintar Resmi Diluncurkan, Ibrahim Ali Tegaskan Pendidikan Adalah Investasi SDM 30 November 2025
  • Charly Van Houten Sukses Tutup Festival Tari Kreasi Pesisir-Pedalaman KTT 30 November 2025
  • Komitmen Emas Pendidikan: Bupati Tana Tidung Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha PGRI 30 November 2025

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

GAYA HIDUPTEKNOLOGI

Modena Home Center Ekspansi Hingga ke Bagian Tengah Indonesia

23 Juni 2022
TEKNOLOGI

Alasan Xiaomi Masuk Daftar Hitam AS Akhirnya Terungkap

9 Maret 2021
TEKNOLOGI

Tencent-ZTE Nubia Bakal Rilis Ponsel Gaming Layar 165Hz

9 Maret 2021
TEKNOLOGI

IPhone Meledak, Apple Kena Tuntut Ganti Rugi

5 Maret 2021
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?