Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading:Benarkah Kemenangan Biden Membawa Harapan Baru Bagi Ummat Islam?
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
© 2025 Facesia.com

Benarkah Kemenangan Biden Membawa Harapan Baru Bagi Ummat Islam?

redaksi
redaksi
Published: 15 November 2020
Share
6 Min Read
SHARE

Oleh : St. Rajma, NS , S.Pd
(Member Komunitas Revowriter)

 

 AMERIKA menyambut pemimpin barunya.  Setelah melalui persaingan yang ketat, Joe Biden akhirnya memenangkan pemilihan presiden mengalahkan petahana Donald Trump.  Perayaan besar-besaran pun riuh di beberapa negara bagian yang memenangkan Biden. Tercatat ada lima negara bagian yang menjadi basis kemanangannya, Pennsylvania, arizona, Michigan, Georgia dan Wisconsin.

 Sebagai Presiden AS ke-46.  Di usia 78 tahun.  Biden tidak hanya memenangkan electoral collage, melainkan juga memenangkan popular vote dalam jumlah yang sangat besar. Biden meraih 290 elektoral vote, lebih tinggi dari angka yang diperlukan untuk meraih kemenangan yakni 270. Adapun wakilnya, Kamala Harris adalah wanita pertama yang menduduki jabatan wakil presiden sekaligus orang kulit hitam pertama dan keturunan Asia Amerika pertama yang menduduki jabatan tersebut.

 

Biden dan harapan baru

 Nyatanya kemenangan Biden ini turut memunculkan banyak harapan baru. Khususnya terkait hubungan AS dengan Islam. Angin segar ini pun tampaknya sejalan dengan pidato resmi pertamanya pada Ahad (8/11) pagi waktu Indonesia. Biden mengatakan, dia memosisikan dirinya sebagai “presiden yang tidak memecah belah, tetapi mempersatukan”. 

 Selain itu  wajah Trump sebelumnya yg begitu arogan pada dunia Islam juga semakin menambah harapan pada Biden. Sebutlah peran Trump dalam memenangkan Israel menghadapi negara arab teluk. Dukungan penuhnya pada kebijakan Israel saat mengakuisisi wilayah Tepi Barat, juga rasismenya terhadap imigran terutama dari negeri muslim.  Sementara Biden seakan ingin menampilkan wajah amerika yang stabil dan tenang.

 Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga berharap Biden dapat menjadi hal yang positif bagi umat Islam di dunia. Biden dianggap sangat menghormati agama-agama yang ada juga memperlakukannya dengan baik. 

 Menarik mencermati bagaimana dukungan muslim Amerika dibalik kemenangan Joe Biden. Mereka muncul dengan kuat di negara bagian utama. Michigan misalnya  menjadi basis bagi komunitas Muslim paling bersejarah di negara dengan populasi Muslim yang besar di dua kota besar, Dearborn dan Detroit, yang bisa dibilang mendorong pemungutan suara untuk mendukung Biden.

 Dearborn menjadi penting bagi ribuan komunitas Lebanon, Irak, dan Yaman sejak tahun 1870-an. Sementara Detroit berpenduduk Muslim kulit hitam yang bersejarah dan cukup besar yang dimobilisasi untuk memilih. 

 Pennsylvania juga adalah negara bagian lain di mana kemenangan Biden tidak akan mungkin terjadi tanpa komunitas Muslim, terutama Muslim Kulit Hitam. Kota Philadelphia sendiri dihuni 150.000 – 200.000 Muslim, yang sebagian besar adalah orang kulit hitam Amerika. Hal ini membuat banyak orang menyebutnya sebagai “Mekkah Barat”.

 

Wajah AS tetap sama siapapun pemimpinya

 Respons umat Islam terhadap Biden memang luar biasa. Tampaknya umat kembali terlena dengan kampanye dan janji “islami” Biden. Seolah lupa siapa AS dan bagaimana politik luar negeri mereka.

 Kapitalisme telah mendarah daging pada perpolitikan AS. Maka kemenangan kubu Biden ini sesungguhnya tidak akan mengubah prinsip kebijakan politik luar negeri AS. Sejatinya  hanya pemainnya saja  yang berubah dengan gaya dan cara yang berbeda. Namun tetap saja tak akan ada banyak perubahan yang berarti bagi dunia Islam.

 Pendekatan seperti apapun yang disuguhkan, tetap saja AS menjadikan Islam dan negara Islam sebagai ancaman bagi ideologi global mereka. Dalam hal konflik di Timur Tengah, Biden menyatakan tidak akan mengadopsi kebijakan pemerintahan Trump terhadap pendudukan Israel di Tepi Barat. Meski demikian, kebijakan luar negeri AS tidak akan berubah, yaitu komitmennya menjaga hubungan dekatnya dengan Israel. Mau Biden atau Trump, Palestina tetap terjajah. Negeri muslim tetap dalam cengkeraman imperialisme kapitalis. 

 Begitupun dengan klaim penanggulangan Terorisme dan radikalisme. Berawal dari proyek global War On Terorism, misi iniakan terus berlanjut. Memosisikan umat Islam sebagai tertuduh. Meski Biden berencana menarik pasukan dari beberapa wilayah di Timur Tengah seperti Irak dan Afghanistan, namun dia tetap akan menempatkan pasukan di sana untuk membantu upaya penanggulangan terorisme. 

 Politik kepetingan juga masih akan terasa dibalik kebijakan Biden. Ini tak ubahnya karena andil para kapitalis yang menjadi pemodal meraih kemenangan.  Belum lagi kepentingan lain yang ikut serta di dalamnya, seperti dukungan terhadap Biden yang juga datang dari kaum feminis dan sejenisnya. 

 

Hanya Pada Islam sejatinya Umat menggantungkan Harapan

 Berbagai permasalahan yang menimpa kaum muslimin  adalah ketika pemikiran dan perasaan umat belum dipersatukan oleh kekuatan politik Islam. Menggantungkan harapan Islam kepada AS dan Barat adalah Ilusi yang tak akan menjadi kenyataan.  

 Yang dibutuhkan umat adalah perubahan hakiki. Perubahan ini adalah transformasi yang mampu mengantarkan masyarakat menuju kebangkitan hakiki. Sebuah perubahan tidaklah disebut perubahan hakiki jika perubahan itu tidak menjadikan masyarakat berubah menuju keadaan yang lebih baik dibandingkan keadaan sebelumnya.

 Sudah saatnya kepemimpinan yang rusak dan batil ini dicampakkan. Umat kembali menerapkan sistem  Islam yang terbukti telah membawa kemuliaan selama belasan abad.  Umat akan paham bahwa tak ada kemuliaan selain dengan hidup di bawah naungan hukum-hukum Allah. Dan hanya satu cara mewujudkannya, yakni dengan bejuang menegakkan kembali sistem kepemimpinan Islam dibawah Daulah Islamiyah. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Total Views:0
Share This Article
FacebookCopy LinkPrint

Pencarian

Berita Terbaru

  • Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Pengadilan Tinggi, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum27 Juli 2026
  • Kapolda Kaltara dan Kakanwil Kemenag Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Beragama27 Juli 2026
  • Rahmawati Zainal Ajak IKM Hadirkan Produk Berkualitas dan Peduli Lingkungan27 Juli 2026
  • Pemprov Perkuat Daya Saing IKM Lewat Pelatihan Kemasan Ramah Lingkungan27 Juli 2026
  • Peringatan Hari Anak Nasional, Sekprov Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak27 Juli 2026

Advetorial

Gubernur Panen Perdana Ayam Petelur, Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi Masyarakat
ADVETORIALPEMPROV KALTARA
Gubernur Buka LCC Empat Pilar MPR RI 2026, Perkuat Wawasan Kebangsaan Pelajar
ADVETORIALPEMPROV KALTARA
Pemprov Perkuat Koordinasi Penanganan Jalan Perbatasan Krayan Bersama Pemerintah Pusat
ADVETORIALPEMPROV KALTARA
Pemprov Perkuat Langkah Percepatan Pembangunan Jalan Perbatasan Krayan
ADVETORIALPEMPROV KALTARA

Recent Posts

  • Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Pengadilan Tinggi, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
  • Kapolda Kaltara dan Kakanwil Kemenag Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Beragama
  • Rahmawati Zainal Ajak IKM Hadirkan Produk Berkualitas dan Peduli Lingkungan
  • Pemprov Perkuat Daya Saing IKM Lewat Pelatihan Kemasan Ramah Lingkungan
  • Peringatan Hari Anak Nasional, Sekprov Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak

Categories

  • ADVETORIAL
  • Business
  • DPD RI
  • DPRD BULUNGAN
  • DPRD KALTARA
  • DPRD NUNUKAN
  • DPRD TARAKAN
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • FASHION
  • FOTO
  • GAYA HIDUP
  • Health
  • HUKRIM
  • INFOGRAFIK
  • INTERNASIONAL
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • NASIONAL
  • NEWS
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB NUNUKAN
  • PEMKAB TANA TIDUNG
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMPROV KALTARA
  • POLITIK
  • Smart Watch
  • Sports
  • TEKNOLOGI
  • TNI POLRI
  • Travel
  • VIDEO
  • WISATA

Berita Terhangat

OPINI

Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Kaltara di Tengah Ketidakpastian Global

8 November 2025
OPINI

Karya Kreatif Benuanta 2025, Memperkuat Ekonomi Lokal Bersama Bank Indonesia Kalimantan Utara

5 November 2025
OPINI

Mati Suri PERUSDA Nunukan, Warisan Kegagalan Tata Kelola dan Hilangnya Potensi Daerah

29 Agustus 2025
OPINI

Pleno Tanpa Makna

27 Agustus 2025
PreviousNext
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?