TARAKAN – Akselerasi transformasi digital menjadi salah satu sorotan utama dalam pembukaan Road to Kalimantan Utara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 di Kota Tarakan. Dalam bazar UMKM yang menghadirkan 42 unit usaha unggulan, seluruh transaksi diwajibkan menggunakan sistem pembayaran digital QRIS. Hal ini bertujuan untuk memperluas inklusi keuangan di wilayah Kalimantan Utara secara masif.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik, menjelaskan bahwa penggunaan QRIS adalah bentuk adaptasi teknologi dalam ekonomi syariah.
“Seluruh transaksi di area bazar didukung oleh QRIS sebagai bentuk akselerasi transformasi digital dan perluasan inklusi keuangan di daerah,” ungkap Hasiando.


Para pelaku UMKM yang terlibat mencakup sektor halal food, modest fashion syariah, hingga kerajinan tangan atau kriya. Selain memfasilitasi transaksi digital, BI juga memberikan edukasi mengenai perlindungan konsumen dan program Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. Integrasi antara teknologi dan literasi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi transaksi digital bagi masyarakat lokal.

Hasiando juga menambahkan bahwa digitalisasi ini akan mempermudah pelaporan keuangan UMKM. Ia menyebutkan, “Momentum Ramadhan ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat digitalisasi UMKM agar mereka dapat naik kelas dan memperkuat perekonomian lokal”.

Di sisi lain, perhelatan ini juga menjadi ajang peluncuran Program Wakaf Produktif yang semakin memperkuat struktur ekonomi syariah daerah. Program ini melengkapi upaya BI dalam membangun ekosistem keuangan yang tidak hanya digital, tetapi juga berbasis pemberdayaan masyarakat. Sinergi ini diharapkan membawa dampak berkelanjutan pasca-Ramadhan.
“Melalui KaShaFa 2026, kami berharap terjadi peningkatan signifikan pada jumlah UMKM yang berdaya saing dan fasih dalam transaksi digital,” tutup Hasiando. (Sha)



