TARAKAN – Kabar mengenai rencana perumahan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap puluhan karyawan PT Intraca Wood Manufacturing dipastikan hanya merupakan isu belaka. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Tarakan, Adyansa, setelah melakukan pertemuan mendadak dengan pihak manajemen perusahaan.
Adyansa menjelaskan bahwa pertemuan tersebut dilakukan menyusul adanya laporan yang diterima DPRD mengenai rencana perusahaan untuk merumahkan sekitar 60 lebih karyawannya. Langkah cepat diambil dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi untuk mengklarifikasi situasi tersebut.
“Alhamdulillah, tadi ini sifatnya mendadak, tidak ada diagendakan di Banmus. Karena kemarin ada laporan akan ada 60 lebih karyawan Intraca dirumahkan. Makanya kami tanyakan di Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan di-follow up,” ujar Adyansa saat memberikan keterangan kepada media.
Berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak PT Intraca, Adyansa menegaskan bahwa kabar tersebut belum menjadi konsumsi publik dan saat ini masih merupakan ranah internal perusahaan. Ia memastikan bahwa operasional karyawan masih berjalan normal seperti biasa.
“Penyampaian dari Intraca bahwa ini belum menjadi konsumsi publik, hanya sekadar isu. Ini masih menjadi masalah internal. Ternyata isu itu belum (benar), sementara ini yang 60 itu masih bekerja sampai waktu yang belum ditentukan,” jelasnya.
Pihak DPRD menaruh perhatian khusus pada isu ini, mengingat waktu yang mendekati bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri. Adyansa berharap PT Intraca dapat terus berkembang sehingga tidak ada dampak negatif bagi masyarakat maupun kesejahteraan para pekerjanya.
“Apalagi mau puasa, mau Lebaran. Kita doakan saja mudah-mudahan Intraca bisa semakin berkembang supaya dampak yang dilakukan tidak berdampak jelek ke karyawan,” tambahnya.
Hingga saat ini, belum ada alasan valid yang disampaikan perusahaan terkait munculnya isu perumahan karyawan tersebut. Namun, Adyansa menghimbau masyarakat dan karyawan untuk tetap tenang karena situasi saat ini masih terpantau kondusif.
“Tadi kita pertemuan mendadak, ternyata tidak ada (PHK), masih aman-aman saja. Jadi tidak ada yang perlu kita takutkan,” pungkasnya. (Sha)



