TARAKAN – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Markus Minggu, menegaskan pentingnya pengawasan berlapis dalam pelaksanaan program pemberian makanan bergizi di Tarakan. Hal ini disampaikan guna memastikan kualitas asupan yang diterima masyarakat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam pertemuan tersebut, Markus menyoroti alur pengawasan yang melibatkan personel SPG (Satuan Pelayanan Gizi) dan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat personel khusus yang ditempatkan langsung di dapur produksi untuk memantau proses pengolahan secara real-time.
“MArtinya ada aksi nyata dari BGN dan Korwil. Sekecil apa pun laporan dari masyarakat, bahkan jika hanya satu porsi kue yang gosong, itu tetap menjadi temuan yang harus ditindaklanjuti,” tegas Markus Minggu.


Ia juga berpesan kepada para pelaksana program di lapangan agar tidak menutup diri dari masukan publik. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam melapor adalah bagian penting dari evaluasi program.

“Jangan alergi terhadap kritik. Tetap terima masukan tersebut. Kami dari DPRD juga tidak mungkin mengambil langkah atau laporan tanpa adanya aduan atau fakta dari masyarakat,” tambahnya.

Meski memiliki latar belakang yang berbeda dengan teknis gizi, Markus menyatakan dukungan penuhnya terhadap program ini karena menyangkut hajat hidup masyarakat banyak. Ia berharap standar tinggi yang ditetapkan oleh BGN, seperti penanganan jika terjadi ketidaksesuaian sajian, benar-benar dijalankan dengan sanksi yang tegas bagi pelanggar.
Pihak BGN melalui perwakilannya menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara ketat oleh pengawas dapur. Jika ditemukan sajian yang tidak layak, teguran langsung akan diberikan kepada kepala dapur hingga pemberian sanksi kepada pihak terkait.
“Intinya semua terpusat untuk memastikan kualitas. Kami sepakat bahwa program bagus ini harus berjalan sesuai aturan yang ada,” tutupnya. (Sha)



