TARAKAN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tarakan menggelar Musyawarah Kota (Mukot) ke-VII tahun 2026 di Gedung Serbaguna Pemkot Tarakan, Sabtu (14/3/2026). Agenda utama Mukota kali ini adalah laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya serta pemilihan Ketua Umum Kadin Tarakan untuk masa bakti mendatang.

Ketua Panitia Mukota VII Kadin Tarakan, Anthon Joy Nahampun, melaporkan bahwa proses penjaringan dan pendaftaran calon ketua telah dilaksanakan sejak seminggu yang lalu. Hingga pendaftaran resmi ditutup pada Kamis sore, hanya ada satu nama yang menyatakan kesediaan untuk maju.
“Sampai dengan pendaftaran ditutup, ada satu orang calon yang dinyatakan bersedia maju, yaitu Bapak Effendy Gunardi, yang juga merupakan petahana Ketua Kadin Tarakan saat ini,” ujar Anthon Joy dalam sambutannya.




Sebelum acara puncak, panitia juga telah menggelar kegiatan Pra-Mukota untuk menyamakan persepsi antara pengurus Kadin Provinsi Kalimantan Utara, pengurus kota, serta para pelaku usaha di Tarakan.

Dalam pidato pertanggungjawabannya, Ketua Kadin Tarakan petahana, Effendy Gunardi, menyampaikan bahwa selama lima tahun terakhir, Kadin telah berupaya menjaga tren positif ekonomi Tarakan agar tetap menjadi yang terbaik di Kalimantan Utara.
Ia menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan organisasi. Selama menjabat, Effendy mengklaim tidak pernah memungut biaya sepeser pun atas rekomendasi atau perizinan yang dikeluarkan oleh Kadin.
“Kami berkomitmen selama lima tahun ini tidak pernah mengambil satu rupiah pun dalam perizinan. Semua rekomendasi yang keluar dari Kadin Tarakan tanpa biaya, sesuai aturan yang berlaku,” tegas Effendhi.
Menghadapi tantangan pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu, Kadin Tarakan meluncurkan program Kadin Tarakan Bicara. Program ini bertujuan membantu UMKM dan pelaku usaha bermigrasi ke sistem daring serta meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan online.
Mukota VII ini diharapkan melahirkan kepemimpinan yang solid untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Tarakan dalam memperkuat stabilitas harga pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah. (Sha)



