TARAKAN – Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Tarakan menyatakan persetujuannya terhadap Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 untuk dibahas lebih lanjut.

Fraksi Golkar menilai postur anggaran telah proporsional, dengan Belanja Operasi sebesar Rp847 miliar lebih dan Belanja Modal Rp104 miliar lebih.
Meskipun menyetujui, Fraksi Golkar memberikan perhatian khusus pada dua isu krusial yang harus segera diatasi: masalah banjir dan peran perempuan dalam pembangunan. Sekretaris Fraksi Partai Golkar, dr. Yuli Indrayani, yang membacakan pandangan fraksi, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan untuk fokus pada penyelesaian masalah banjir yang terus berulang.


“Masalah banjir yang belum tertangani dengan baik, padahal anggaran untuk penanggulangan banjir dari tahun ke tahun naik secara signifikan, perlu mendapat perhatian khusus,” ujar dr. Yuli Indrayani.

“Kami harapkan agar masalah banjir tidak menjadi momok bagi masyarakat kita, dengan fokus perhatian pada perbaikan drainase, atau faktor lain seperti perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan.”

Selain itu, dr. Yuli Indrayani juga menekankan pentingnya pengalokasian anggaran yang memadai berbasis gender.
“Perlu dipikirkan pula anggaran yang berbasis gender dengan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk peningkatan sumber daya manusia kepada kaum wanita, karena wanita juga mempunyai peranan penting dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan,” tambahnya. (Sha)



