
TARAKAN – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) di Gedung Sri Tower, Kota Tarakan, Sabtu (28/6/2025).




Agenda ini menjadi momen strategis untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan peran pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.






Ketua HIPMI Kaltara, Ade Kurniawan, menyampaikan bahwa Rakerda merupakan agenda wajib organisasi untuk memaparkan serta mengevaluasi program kerja selama masa bhakti tiga tahun.






“Fokus kami bukan hanya menambah jumlah pelaku usaha, tetapi juga menaikkan kelas para pengusaha muda di Kaltara,” tegasnya.



Saat ini, jumlah pengusaha di Kaltara mencapai 4 persen dari total populasi, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 3,36 persen. Target HIPMI adalah mendorong angka tersebut hingga mencapai 5 persen sesuai target nasional.
Usai Rakerda, kegiatan dilanjutkan dengan Diklatda yang menghadirkan sejumlah narasumber nasional, seperti Sekretaris Jenderal BPP HIPMI Anggawira, Wakil Sekjen Hadi Nainggolan (Staf Ahli Kementerian Pertanian), serta perwakilan dari Polda Kaltara, Pemprov, dan legislatif.
“Kita ingin ekonomi Kaltara terus berkembang dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tambah Ade.
Sementara itu, Sekjen BPP HIPMI, Anggawira, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas diri, terutama kemampuan berbahasa asing.
“Bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin menjadi kunci membuka jejaring bisnis internasional. Saya challenge HIPMI Kaltara untuk memasukkan ini dalam program kerja mereka,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi semangat HIPMI Kaltara yang meski merupakan cabang termuda, namun dinilai memiliki energi dan geliat positif.
“HIPMI Kaltara ini paling bontot, tapi semangatnya luar biasa. Sekarang saatnya mewujudkan kegiatan konkret dan berdampak langsung bagi anggota,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi wadah sinergi antara HIPMI dan pemerintah daerah. Diharapkan, HIPMI Kaltara dapat menjadi jembatan komunikasi antara pelaku usaha dengan pihak eksekutif maupun legislatif untuk menyuarakan tantangan serta aspirasi dunia usaha di Kaltara. (Pra)