TARAKAN – Kondisi jembatan di RT 18 Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, menjadi perhatian DPRD Tarakan. Infrastruktur yang sudah lama diusulkan warga untuk diperbaiki ini hingga kini belum mendapat sentuhan pembangunan permanen. Padahal, beberapa jembatan lain di sekitar Karang Anyar sudah lebih dulu dibangun dengan konstruksi beton.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Dapot Sinaga, menegaskan bahwa kebutuhan pembangunan jembatan di RT 18 sudah mendesak.
“Permintaan perbaikan jembatan di RT 18 Karang Anyar sebenarnya sudah disampaikan lama. Tentunya pemerintah sudah mengakomodir beberapa jembatan dekat Busway yang sudah selesai masuk ke dalam RT 18,” ujarnya.


Ia menambahkan, meskipun ada sejumlah pembangunan jembatan di Karang Anyar, namun fasilitas di RT 18 belum mendapat prioritas. Karena itu, pihaknya bersama warga terus mendorong agar perbaikan permanen segera terealisasi.

“Sudah diusulkan beberapa tahun lalu, akan dikerjakan di 2026. Di Karang Anyar ini kan jembatan-jembatan cuman yang ada di RT 18 ini belum diperbaiki dikasih jembatan beton,” katanya.

Sebagai perwakilan rakyat dari Kecamatan Tarakan Barat, ia menyambut baik langkah pemerintah yang telah memasukkan pembangunan jembatan tersebut dalam anggaran murni 2026.
“Dan itu sudah disetujui oleh pemerintah melalui PU. Syukur puji Tuhan sudah diakomodir dan bersabar dikerjakan di 2026 anggaran murni,” tegasnya.
Namun, Dapot juga menilai penanganan jangka pendek perlu segera dilakukan. Pasalnya, kondisi jembatan saat ini sudah rusak parah. Bahkan, ada kendaraan yang sempat amblas ketika melintas.
“Solusi jangka pendek adalah untuk diperbaiki karena rusak lantaran mobil amblas. PU sampaikan dua tiga hari ini akan dilakukan perbaikan dalam jangka pendek,” ucapnya.
Ia berharap perbaikan sementara yang dilakukan tidak hanya sekadar tambal sulam. Menurutnya, meski sifatnya sementara, kualitas perbaikan harus memadai agar bisa bertahan hingga pembangunan permanen dimulai.
“Kami dari DPRD juga siap mengawal proses pembangunan agar benar-benar tuntas di 2026,” pungkasnya.(pra)



