TARAKAN – Komisi II DPRD Kota Tarakan nggak main-main soal kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan. Dalam waktu satu minggu ke depan, perbaikan besar-besaran sudah harus selesai.

Anggota Komisi II DPRD Tarakan, dr. Yuli Indrayani, mengungkapkan komitmen tegas setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama perwakilan dua sekolah dan Badan Gizi Nasional.
“Ada pembenahan, jadi target kami satu minggu ini ada perbaikan dari SPPG yang belum bisa mengikuti standar packaging. Nanti kita akan evaluasi terus,” tegas dr. Yuli Indrayani.


SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sebagai dapur penyedia makanan MBG jadi sorotan utama. Menurut dr. Yuli, kemasan yang belum standar berisiko membuat makanan cepat basi, kurang higienis, atau tampilannya kurang menarik, terutama di cuaca panas Tarakan saat bulan puasa.

“Anak-anak tetap sekolah dan butuh nutrisi optimal. Packaging yang baik itu bukan cuma soal estetika, tapi menjaga kualitas gizi yang mereka terima,” tambahnya.

Sebagai seorang dokter, dr. Yuli sangat paham betul dampak makanan bergizi yang disajikan dengan benar terhadap kesehatan dan konsentrasi belajar anak-anak. RDP kali ini memang difokuskan mencari solusi konkret, bukan sekadar bahas masalah.
Evaluasi akan terus berlanjut secara berkala. Dengan langkah cepat ini, Komisi II berharap keluhan orang tua murid segera hilang dan MBG Ramadan di Tarakan benar-benar menjadi program yang membanggakan. (*)



