Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading:Menguji Kesaktian Pancasila
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
© 2025 Facesia.com

Menguji Kesaktian Pancasila

redaksi
redaksi
Published: 3 Juni 2020
Share
5 Min Read
SHARE

Oleh: Badiul Hadi

Sejak meletus tahun 1965 hingga saat ini komunisme menjadi alat untuk merongrong kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terlebih tiap kali momentum pergantian kepemimpinan Negara, setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Komunisme selalu “sengaja” dihadirkan untuk memperkeruh keadaan. Tidak hanya sebatas memperkeruh bahkan sudah mengarah pada upaya menciptakan disintegrasi negara. Disinilah kesaktian Pancasila mengalami ujian. Bahkan isu-isu yang berupaya merongrong Pancasila selalu tumbang di tengah jalan.

Mungkin benar kata orang tua dulu Pancasila tidak hanya naskah yang ditulis dan dihafal. Pancasila merupakan kristalisasi inti sari dari religiusitas dan nasionalisme berkehidupan di Indonesia. Sehingga Pancasila menjadi laku hidup seluruh rakyat Indonesia. Presiden ke 4 (empat) Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan: “Pancasila adalah dasar negara yang mempertemuakan paham nasionalisme dan agamis sehingga tidak ada tempat bagi negara yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan kita, selama kita masih menerima Pancasila sebagai dasar Negara”.

Kesaktian Pancasila mengalami ujian tidak saja setelah resmi di tetapkan sebagai dasar negara. Pancasila mengalami ujian sejak perumusannya, terlebih karena keragaman bangsa Indonesia. Para pendiri bangsa terlibat dalam diskusi mendalam dan silang pendapat, syukurnya sikap kenegarawanan para pendiri bangsa lebih dikedepankan, sehinga terbangun konsensus bersama bahwa Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Dalam pidatonya Soekarno menolak Indonesia menjadi negara Islam. Soekarno mengatakan: “Saya pun orang Islam. Tetapi, saya minta maaf kepada saudara-saudara, janganlah saudara-saudara salah paham jikalau saya katakan bahwa dasar pertama buat Indonesia ialah dasar kebangsaan…”.

Baca juga : https://facesia.com/meramu-jamu-kehidupan-baru/

Meski sebagian orang berpandangan bahwa komunisme di Indonesia sudah lama mati, pada faktanya beberapa waktu terakhir isu kebangkitan komunisme kembali menyeruak dan menjadi perbincangan publik. Setidaknya ada dua alasan, pertama alasan yang didasarkan pada 22 Mei yang diyakini sebagai hari lahirnya Partai Komunis Indonesia (PKI), dan isu pergerakan PKI disendi-sendi kehidupan berbangsa menguat kembali, meski ini belum bisa dibuktikan. Isu kebangkitan PKI seperti hantu yang diciptakan untuk menakuti masyarakat. Entah, dari mana isu bermula, setidaknya selain pada momentum pergantian pemimpin negara juga tiap menjelang 1 Juni isu PKI menguat dipermukaan. Disisilain, sampai saat ini juga masih banyak pihak yang tidak menerimakan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila yang ditetapakan pada tanggal 1 Juni. pemerintah beralasan, penetapan didasari pada Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara Republik Indonesia harus diketahui asal usulnya oleh bangsa Indonesia dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi. Sehingga kelestarian dan kelanggengan Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kedua, Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sedang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Idiologi Pancasila (HIP) yang dianggap mengabaikan atau tidak memasukkan Ketetapan (Tap) MPR No XXV Tahun 1966 Tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang Di Seluruh Wilayah NKRI Bagi PKI Dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Meyebarkan Atas Mengembangkan Paham Atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme.

Dua hal diatas setidaknya menjadi alasan bergulirnya isu bangkitnya PKI. Sungguh, ujian kesaktian Pancasila belum usai dan terus berlanjut, jika didepan penulis paparkan soal komunisme, karena isu itu yang kini sedang ramai diperbincangkan khalayak, walaupun upaya meluruskan sejarah sudah dilakukan oleh banyak pihak tetap saja tidak membuat isu komunisme hilang. Selain komunisme Pancasila juga menghadapi ujian berat yaitu dari gerakan terorisme. Hingga saat ini terorisme masih rawan terjadi di Indonesia kerana mereka terorganisir dengan baik. Mereka nonmaden di wilayah Indonesia, menyebar namun tetap dalam komando satu arah.

Ujian lain adalah gerakan yang dibangun oleh kelompok Islam yang menolak Pancasila dan ingin merubah sistem demokrasi Pancasila dengan khilfah, kelompok ini sebagian terwadahi dalam organisasi terlarang Hisbut Tahrir Indonesia (HTI). Tidak cukup itu, Pancasila juga diuji oleh kelompok intoleran dan radikalis yang menghianti nilai-nilai Pancasila. Catatan pentingnya, meskipun gelombang ujian sedemikian besar, namun kesaktian Pancasila sebagai dasar dan idiologi bangsa tidak terbantahkan. Pancasila tetap kokoh menjadi pemersatu dan penjaga keberagamaan. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Total Views:0
Share This Article
FacebookCopy LinkPrint

Pencarian

Berita Terbaru

  • Akselerasi Transformasi TLKM 30: Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 20261 Agustus 2026
  • Cegah Maraknya LGBT dan Penyakit Masyarakat, Tim Terpadu dan DPRD Tarakan Gencarkan Edukasi hingga Dorong Regulasi Khusus1 Agustus 2026
  • Wali Kota Tarakan Lantik Abdul Azis Hasan Sebagai Sekda, Minta Kawal Ketat Reorganisasi dan Kinerja Pegawai31 Juli 2026
  • Polda Kaltara Gelar Kenal Pamit Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran31 Juli 2026
  • Kapolda Kaltara Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran31 Juli 2026

Advetorial

FP VI Perkuat Peran Masyarakat Sekatak Buji dalam Pelestarian Mangrove
ADVETORIALPEMPROV KALTARA
Pemprov Sambut 13 Pamong Praja Muda IPDN Tahun 2026, Siap Perkuat Birokrasi Daerah
ADVETORIALPEMPROV KALTARA
Gala Dinner KK/JKK Sosek Malindo Jadi Momentum Perkuat Hubungan Kaltara-Sabah
ADVETORIALPEMPROV KALTARA
Kaltara Raih Penghargaan Nasional LKPP atas Pemanfaatan Katalog Konstruksi
ADVETORIALPEMPROV KALTARA

Recent Posts

  • Akselerasi Transformasi TLKM 30: Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026
  • Cegah Maraknya LGBT dan Penyakit Masyarakat, Tim Terpadu dan DPRD Tarakan Gencarkan Edukasi hingga Dorong Regulasi Khusus
  • Wali Kota Tarakan Lantik Abdul Azis Hasan Sebagai Sekda, Minta Kawal Ketat Reorganisasi dan Kinerja Pegawai
  • Polda Kaltara Gelar Kenal Pamit Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran
  • Kapolda Kaltara Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran

Categories

  • ADVETORIAL
  • Business
  • DPD RI
  • DPRD BULUNGAN
  • DPRD KALTARA
  • DPRD NUNUKAN
  • DPRD TARAKAN
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • FASHION
  • FOTO
  • GAYA HIDUP
  • Health
  • HUKRIM
  • INFOGRAFIK
  • INTERNASIONAL
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • NASIONAL
  • NEWS
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB NUNUKAN
  • PEMKAB TANA TIDUNG
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMPROV KALTARA
  • POLITIK
  • Smart Watch
  • Sports
  • TEKNOLOGI
  • TNI POLRI
  • Travel
  • VIDEO
  • WISATA

Berita Terhangat

OPINI

Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Kaltara di Tengah Ketidakpastian Global

8 November 2025
OPINI

Karya Kreatif Benuanta 2025, Memperkuat Ekonomi Lokal Bersama Bank Indonesia Kalimantan Utara

5 November 2025
OPINI

Mati Suri PERUSDA Nunukan, Warisan Kegagalan Tata Kelola dan Hilangnya Potensi Daerah

29 Agustus 2025
OPINI

Pleno Tanpa Makna

27 Agustus 2025
PreviousNext
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?