Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Negosiasi Mandek, Ratusan Buruh PT PMI di Sekatak Mogok Kerja
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Negosiasi Mandek, Ratusan Buruh PT PMI di Sekatak Mogok Kerja

redaksi
redaksi
Published: 23 Oktober 2024
Share
3 Min Read
SHARE

TARAKAN – Di tengah wacana mogok kerja nasional oleh Serikat Buruh yang menuntut kenaikan upah dan pencabutan UU Cipta Kerja kepada Prabowo Subianto, Pekerja di Kabupaten Bulungan, Kecamatan Sekatak justru ikut bergejolak. Puluhan pekerja yang tergabung dalam Serikat Buruh Pipit Mutiara Indah (SBPMI) lakukan pengawalan untuk mengantarkan surat mosi tidak percaya di kantor cabang PT Pipit Mutiara Indah (PMI) yang berada di Jalan Slamet Riady, Karang Anyar, Kota Tarakan pada Rabu (23/10) siang.

 

“Hari ini kami sudah mengajukan surat mosi tidak percaya dengan kepemimpinan GM, kemudian meminta dengan tegas kepada direksi PT PMI baik yang berada di Malaysia maupun yang di Tarakan untuk segera menganulir kebijakan dan mengganti proses kepemimpinan saat ini,” ujar ilham Ketua SBPMI.

 

Para pekerja yang melakukan aksi mogok kerja tersebut menuntut agar perusahaan segera menganulir kebijakan sesuai dengan tuntutan mereka dan mengganti proses kepemimpinan General Manager (GM) yang saat ini memimpin.

 

“Pada dasarnya teman-teman karyawan ini tidak ingin lagi dipimpin atau tidak akan bekerja selagi dinaungi atau dibawahi oleh GM yang sekarang,” lanjutnya.

 

Ketua SBPMI Ilham mengatakan para pekerja di PT PMI melakukan mogok kerja sejak Rabu (16/10) dan tidak akan berhenti mogok sampai dengan tuntutan mereka dipenuhi. Adapun poin tuntutan SBPMI, antara lain: transparansi data dana koperasi, pembayaran biji sawit, penerimaan karyawan perempuan, penambahan hak cuti dan pemberlakuan upah lembur, klarifikasi mutasi dan pemberhentian pekerja secara sepihak, penggunaan fasilitas perusahaan, dan kenaikan upah pekerja.

 

Puluhan pekerja yang mengawal pengantaran surat mosi tidak percaya terhadap GM perusahaan didampingi oleh kuasa hukum Andi Anto dari Kantor hukum Muhammad Adil, S.H.

 

“Peristiwa ini telah terjadi berulang-ulang dimana masyarakat karyawan PT PMI yang tergabung dalam serikat buruh, selama ini memperjuangkan hak-haknya tanpa didampingi kuasa hukum. Tentunya kami sangat menyayangkan persoalan yang terjadi,” Terang Andi Anto, kuasa hukum SBPMI.

 

Kendati demikian, sebelum ratusan pekerja melakukan mogok kerja, mereka sudah terlebih dahulu melakukan tripatrit namun tidak menghasilkan titik temu dengan pihak perusahaan di Sekatak, Kabupaten Bulungan pada Sabtu (19/10/2024).

 

“Kasus ini telah melalui proses bipartit, pertemuan antara pekerja dengan perusahaan yang tidak membuahkan hasil. Bahkan terakhir pada tanggal 19 oktober baru ini terjadi tripartit yang dimediasi oleh disnaker dan tetap tidak membuahkan hasil,” lanjutnya.

 

Dalam aksi lanjutan itu, kata Andi Anto, puluhan pekerja yang datang dari Sekatak melakukan aksi di Kantor Cabang PT. PMI, Kota Tarakan, dengan melayangkan mosi tidak percaya.

 

“Sehingga teman-teman pekerja yang merasa tertekan, merasa di intimidasi, dan merasa selama hak-haknya belum ditegakkkan, maka hari ini di Kantor Cabang PT. PMI kami melayangkan mosi tidak percaya terhadap GM,” tutupnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • DPRD Tarakan Pastikan Kabar PHK Puluhan Karyawan PT Intraca Hanya Isu 20 Januari 2026
  • PT Intraca Wood Tunda Kebijakan Merumahkan Karyawan, Tunggu Kesepakatan dengan Serikat Pekerja 20 Januari 2026
  • Baru Lima Bulan Beroperasi, TPA Juata Kerikil Terancam Penuh 20 Januari 2026
  • Komisi III DPRD Tarakan Dorong DKISP Jadi Pusat Publikasi Terpadu Program Kerja OPD 20 Januari 2026
  • DKISP Tarakan Sinergikan Program CCTV dan Layanan Publik Bersama DPRD 20 Januari 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

NEWS

PT Intraca Wood Tunda Kebijakan Merumahkan Karyawan, Tunggu Kesepakatan dengan Serikat Pekerja

20 Januari 2026
DPRD TARAKANNEWS

Turun ke Masyarakat, Hj. Jamaliah Serap Aspirasi Warga Sebengkok

18 Januari 2026
NEWS

Tani Merdeka Indonesia Kota Tarakan Resmi Dilantik, Fokus pada Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan

16 Januari 2026
NEWS

Sekjen Demokrat Herman Khaeron Instruksikan Penyusunan Target Kursi Pemilu 2029 dan Penguatan Mesin Partai

14 Januari 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?