PUNCAK JAYA – Di balik rimbunnya hutan dan dinginnya udara pegunungan tengah Papua, sebuah kehangatan tercipta. Bukan dari api unggun, melainkan dari ketulusan hati para prajurit Satgas Mobile Yonif 613/Raja Alam yang hadir membawa tawa bagi mutiara-mutiara hitam di Kampung Yamo, Sabtu (07/01/2026).
Langkah kaki personel Satgas disambut oleh derap lari kecil dan binar mata polos anak-anak pedalaman. Tanpa sekat, tanpa jarak. Keceriaan pecah saat para prajurit TNI mulai mengajak mereka bercengkerama, seolah sedang melepaskan rindu pada keluarga di kampung halaman. Di sana, mereka bukan sekadar penjaga keamanan, melainkan sosok kakak, ayah, dan sahabat bagi anak-anak Yamo.
Sambil berbagi kudapan sederhana dan perhatian kecil, para prajurit ini menyisipkan harapan. Setiap potong makanan ringan yang dibagikan adalah simbol bahwa mereka tidak sendirian; ada cinta yang tulus mengalir dari lubuk hati terdalam prajurit Raja Alam untuk masyarakat Papua.

“Kami sangat senang dan bersyukur. Anak-anak kami bahagia sekali dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Terima kasih karena sudah peduli dan selalu hadir menjaga kami di sini,” ungkap Alis Tabuni, salah satu warga, dengan suara yang bergetar penuh haru.
Komandan TK Yamo, Letda Inf Herwin, yang memimpin langsung kegiatan ini, menatap lekat wajah-wajah penuh semangat itu. Baginya, pendekatan paling ampuh bukanlah senjata, melainkan kemanusiaan.
“Anak-anak ini adalah pemilik masa depan Papua. Kami ingin mereka merasa dicintai. Melalui kebahagiaan sederhana ini, kami titipkan semangat agar mereka berani bermimpi besar dan percaya diri mengejar cita-cita mereka,” tutur Letda Inf Herwin dengan nada lembut namun penuh komitmen.
Satgas Yonif 613/Raja Alam menyadari bahwa kehadiran mereka di tanah Papua bukan hanya soal menjaga kedaulatan, tapi tentang menjaga harapan. Tugas ini adalah tentang menebar kebaikan, memastikan setiap anak Papua merasa aman, dan tumbuh besar dalam naungan kasih sayang sebagai generasi emas penerus bangsa. (Sha)



