Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Pengendalian Hama Terpadu Bawang Merah
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
© 2025 Facesia.com

Pengendalian Hama Terpadu Bawang Merah

redaksi
redaksi
Published: 28 April 2020
Share
5 Min Read
SHARE

JAKARTA – Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan nasional yang mempunyai daya adaptasi luas dan nilai ekonomi cukup tinggi. Namun, salah satu kendala utama dalam budidaya bawang merah adalah adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Dalam mengatasi masalah tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti) telah mengeluarkan rekomendasi, yaitu dengan penerapan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Dalam konsep PHT, pengendalian OPT dapat dilakukan secara preventif, artinya sebelum ada serangan apa yang harus dilakukan dan secara kuratif artinya apa yang harus dilakukan setelah ada serangan.

Pengendalian OPT secara preventif dimulai dari pengaturan pola dan waktu tanam. Pengaturan pola tanam bertujuan untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit di suatu wilayah atau area lahan tertentu. Oleh karena itu dalam pengaturan pola tanam harus diupayakan pergiliran tanaman dengan tanaman yang tidak berasal dari satu keluarga/famili. Jika pergiliran tanaman dilakukan dalam satu famili, OPT akan selalu mendapatkan inang, sehingga siklus hidupnya berlanjut.

Langkah kedua yang direkomendasikan oleh salah satu Unit Kerja dibawah Balitbangtan ini adalah dengan pengaturan sistem tanam. Untuk mengurangi serangan OPT sistem tanam dapat dilakukan dengan sistem tumpangsari, tumpanggilir, menanam tanaman perangkap, menanam tanaman penghadang, atau menanam di dalam rumah kasa untuk menekan serangan OPT.

Salah satu hal yang penting adalah penggunaan varietas unggul. Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry dalam rilis yang diterima Jumat (24/4) mengatakan bahwa Balitbangtan telah mempunyai beragam varietas unggul baru yang dapat dipilih oleh petani sesuai agroekosistem lahan mereka.

Menurut Fadjry, selain karena selera pasar, produktivitas tinggi dan kesesuaian dengan kondisi lahan, faktor penting lain dalam memilih varietas ialah yang tahan terhadap serangan OPT. “Misalnya varietas Violetta 2 Agrihorti yang tahan penyakit bercak ungu, dimana penyakit bercak ungu menyerang pertanaman bawang di musim pancaroba baik musim hujan ke kemarau atau sebaliknya,” kata Fadjry di Jakarta.

Fadjry juga menambahkan jika petani bawang merah juga dapat melakukan budidaya diluar musim dengan menggunakan beberapa varietas unggul yang mampu beradaptasi di musim hujan. “Varietas yang sesuai untuk off season antara lain Pikatan, Pancasona, Trisula dan Mentes,” ujar dia.

Langkah selanjutnya dalam penerapan PHT adalah pengolahan lahan yang benar. Cara ini digunakan untuk menekan OPT dari dalam tanah. Oleh karena itu jeda waktu yang diperlukan dari pengolahan tanah awal sampai dengan siap tanam minimal 1 bulan. Dengan jeda waktu yang panjang, patogen dan kepompong hama di dalam tanah akan terjemur oleh sinar matahari sehingga akan mati.

Beberapa hal yang dapat membuat tanaman bawang merah lebih rentan terhadap OPT adalah ketidaksesuaian pH tanah yang akan menyebabkan tanaman menjadi kurang optimum. Selain itu tanaman yang kelebihan atau kekurangan unsur hara akan rentan terhadap serangan OPT.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah pemasangan perangkap OPT bertujuan untuk menekan populasi awal OPT agar perkembangannya tidak menimbulkan kerugian. “Salah satu perangkap OPT yang direkomendasikan adalah Feromon Exi, yang digunakan untuk menekan serangan hama ulat bawang. Biasanya dipasang sebanyak 20 buah/hektar,” imbuh Fadjry.

Selain itu bisa juga menggunakan perangkap lampu sebanyak 40 buah per hektar.Sedangkan untuk menekan populasi trips dan kutudaun, dipasang perangkap lekat warna kuning sebanyak 40-50 buah/ ha.

Dalam pengendalian OPT ramah lingkungan, peranan musuh alami harus lebih diutamakan dengan menitikberatkan pada pemanfaatan musuh alami domestik dengan cara menciptakan lingkungan yang mendukung semakin berfungsinya musuh-musuh alami secara maksimal. Beberapa musuh alami penting seperti parasitoid, predator dan cendawan entomatogen diketahui dapat menekan serangan OPT pada tanaman bawang merah.

Penggunaan biopestisida juga bisa dilakukan untuk mengendalikan OPT. Lebih dari 2300 jenis tumbuhan dari berbagai penjuru dunia diketahui dapat digunakan sebagai pestisida nabati dan tidak kurang dari 100 jenis tumbuhan telah diketahui mengandung bahan aktif insektisida.

“Beberapa tumbuhan yang dapat digunakan sebagai biopestisida dan efektif mengendalikan OPT bawang merah antara lain serai wangi, babadotan, kirinyuh, tagetes, mindi, nimbi, kipahit, kacang babi, legundi, kapayang, gamal, bintaro, mengkudu, berenuk,” tandas Fadjry. (bdi)

Print Friendly, PDF & Email
Total Views: 0
TAGGED:#Balitbangtan#Kementan#KementerianPertania#PetaniIndonesia
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat, Gubernur Ajak Jaga Kerukunan Kaltara 30 Agustus 2026
  • Dari Wastra ke Panggung, Kreativitas Benuanta Unjuk Gaya 30 Agustus 2026
  • Gubernur Ajak KKBM Paraikatte Perkuat Persaudaraan dan Dukung Pembangunan Kaltara 30 Agustus 2026
  • Gubernur Nahkodai HKTI Kaltara, Kedaulatan Pangan Jadi Misi Utama 30 Agustus 2026
  • Dispora Apresiasi SMSI Kaltara Cup 2026, Esports Jadi Wadah Talenta Muda 30 Agustus 2026

Advetorial

Kaltara Dorong Dunia Usaha Tumbuh Tanpa Abaikan Lingkungan
ADVETORIAL PEMPROV KALTARA
Hadapi Polusi Asap Karhutla, Warga Kaltara Diimbau Pakai Masker Berfiltrasi Tinggi
ADVETORIAL PEMPROV KALTARA
Malam di Tepian Kayan, Gubernur Ikut Gowes Bareng Ratusan Warga
ADVETORIAL PEMPROV KALTARA
Pemprov Ingatkan Warga Waspadai Karhutla di Tengah Cuaca Ekstrem
ADVETORIAL PEMPROV KALTARA

Recent Posts

  • Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat, Gubernur Ajak Jaga Kerukunan Kaltara
  • Dari Wastra ke Panggung, Kreativitas Benuanta Unjuk Gaya
  • Gubernur Ajak KKBM Paraikatte Perkuat Persaudaraan dan Dukung Pembangunan Kaltara
  • Gubernur Nahkodai HKTI Kaltara, Kedaulatan Pangan Jadi Misi Utama
  • Dispora Apresiasi SMSI Kaltara Cup 2026, Esports Jadi Wadah Talenta Muda

Categories

  • ADVETORIAL
  • Business
  • DPD RI
  • DPRD BULUNGAN
  • DPRD KALTARA
  • DPRD NUNUKAN
  • DPRD TARAKAN
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • FASHION
  • FOTO
  • GAYA HIDUP
  • Health
  • HUKRIM
  • INFOGRAFIK
  • INTERNASIONAL
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • NASIONAL
  • NEWS
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB NUNUKAN
  • PEMKAB TANA TIDUNG
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMPROV KALTARA
  • POLITIK
  • Smart Watch
  • Sports
  • TEKNOLOGI
  • TNI POLRI
  • Travel
  • VIDEO
  • WISATA

Berita Terhangat

NEWS

BPC HIPMI Tarakan Salurkan Bantuan Tunai untuk Korban Kebakaran Karang Balik

29 Agustus 2026
NEWS

Pedasnya Sambal Dayak Menembus Pasar Global dan Menggerakkan Ekonomi Kaltara

27 Agustus 2026
NEWS

Urai Kemacetan, Dishub Tertibkan Antrean Kendaraan di SPBU Jalan Sengkawit

27 Agustus 2026
NEWS

Polres Tarakan Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Juata Laut, 4 Orang Diamankan

25 Agustus 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?