TARAKAN– Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalimantan Utara resmi menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak bagi seluruh DPC di wilayah Kaltara yang dipusatkan di Royal Hotel Tarakan pada Kamis (9/4/2026). Ketua DPW PKB Kaltara, Herman, menyatakan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut dari arahan DPP untuk melakukan penataan struktur sekaligus pembacaan nama-nama bakal calon Ketua DPC yang nantinya akan memimpin di tingkat kabupaten dan kota.



“Kita melaksanakan Muscab serentak sesuai dengan arahan dari DPP, tentu seluruh DPC yang hadir di Tarakan ini merupakan ketua, sekretaris, dan seluruh jajaran pengurusnya hadir dalam rangka melaksanakan Muscab sekaligus nanti akan ada pembacaan terkait dengan bakal calon ketua-ketua DPC sekaligus juga komposisi kepengurusan,” ujar Herman kepada awak media.




Ia menjelaskan bahwa PKB kini menerapkan standar baru yang lebih ketat melalui mekanisme Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi para calon pemimpin di tingkat daerah untuk memastikan kualitas kepemimpinan yang mumpuni.


“PKB sekarang sudah berubah, kalau hari ini di-upgrade seluruh kepengurusan wajib mengikuti UKK, terutama ketua-ketua atau calon ketua nanti akan mengikuti tahapan UKK tahap satu dan tahap dua yang melibatkan pihak luar dalam rangka untuk melakukan asesmen terkait dengan kemampuan dan lain sebagainya,” tegas Herman mengenai perubahan sistem internal partai tersebut.


Lebih lanjut, Herman mengibaratkan proses evaluasi pengurus ini layaknya merawat kendaraan, di mana partai tidak ragu melakukan pergantian total jika ditemukan kinerja yang sudah tidak optimal demi menghadapi persaingan politik yang semakin berat.
“Saya berharap pelaksanaan ini bisa regenerasi, apakah ada yang rusak onderdilnya atau memang secara keseluruhan total rusak, nah kalau secara keseluruhan mohon maaf mungkin biaya perbaikan cukup tinggi, lebih baik mengambil motor baru supaya bisa berlari kencang,” ucapnya menggunakan analogi otomotif untuk menggambarkan penyegaran kader.
Langkah tegas ini diambil sebagai persiapan matang menyongsong Pemilu 2029 yang diprediksi akan berlangsung sangat kompetitif, sehingga PKB membutuhkan figur-figur pengurus yang memiliki energi besar serta soliditas yang kuat.
“Kita tahu bersama Pemilu 2029 ini kompetisinya sangat ketat, sangat luar biasa, maka kita butuh kepengurusan yang punya energi yang cukup sekaligus soliditas sehingga kita bisa ikut bertarung mencapai target seperti yang kita tetapkan bersama,” tutur Anggota DPRD Prov Kaltara ini terkait visi strategis partai ke depan.
Target besar pun telah dicanangkan, di mana PKB Kaltara tidak hanya fokus pada perolehan kursi legislatif, tetapi juga mulai mempersiapkan kader-kader internal untuk berani tampil dalam kontestasi di ranah eksekutif atau kepala daerah.
“Kita punya target insyaallah kalau dulu kita biasa mengusung di luar kader, tapi ke depan mudah-mudahan kader sudah siap untuk bertarung di eksekutif, memimpin daerah, dan ini akan kita dorong dengan melihat kapasitas, kemampuan, sekaligus juga rekam jejaknya,” jelasnya.
Herman juga menekankan bahwa penentuan pengurus dan evaluasi kinerja tidak lagi didasarkan pada selera pribadi pimpinan, melainkan pada sistem pelaporan yang profesional dan terukur yang dilaporkan secara rutin setiap tiga bulan.
“Jadi biar terukur, bukan atas selera saya atau selera DPP, tetapi memang berdasarkan basis kinerjanya secara profesional, di mana setiap tiga bulan itu ada penilaian-penilaian yang keluar melalui pelaporan SMS, agenda ke tokoh, hingga kedekatan dengan media,” pungkasnya. (Sha)



