Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Puluhan Nakes dan Staf Administrasi Pindah Tugas, RSUD Nunukan Hadapi Kekurangan SDM
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TVFACE TVFACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
© 2015 Facesia.com | All Rights Reserved.
Advetorial
NEWS

Puluhan Nakes dan Staf Administrasi Pindah Tugas, RSUD Nunukan Hadapi Kekurangan SDM

redaksi
redaksi
30 Mei 2025
Share
SHARE

NUNUKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tengah menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan sumber daya manusia (SDM), setelah puluhan tenaga kesehatan (nakes) dan staf administrasi resmi meninggalkan rumah sakit tersebut.









Hal ini terjadi usai mereka menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Sabtu (24/05/2025).

Sebanyak 52 orang dinyatakan lulus seleksi CPNS dan PPPK tahun 2024, yang formasi penempatannya tersebar di berbagai instansi, sesuai dengan pilihan masing-masing peserta saat pendaftaran. Dari jumlah tersebut, 43 orang adalah lulusan PPPK yang terdiri atas 25 tenaga kesehatan dan 18 non-nakes. Sementara itu, dari 9 orang lulusan CPNS, terdapat 6 tenaga kesehatan dan 3 non-nakes.







Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 41 orang dari total kelulusan tersebut tidak lagi bertugas di RSUD. Mereka terdiri dari 4 tenaga kesehatan CPNS, 16 tenaga kesehatan PPPK, serta 18 non nakes PPPK. Sebagian besar non-nakes yang keluar sebelumnya bertugas di bidang administrasi, seperti pengelolaan surat menyurat dan kegiatan kantor lainnya.







Meski demikian, RSUD masih mempertahankan 11 orang dari total kelulusan tersebut terdiri dari 2 CPNS dan 9 tenaga kesehatan PPPK yang saat ini tetap mengabdi di rumah sakit tersebut.







Kepala Subbagian Kepegawaian dan Pengembangan SDM RSUD Nunukan, Nurul Riskia Utami, menyampaikan bahwa dampak dari pengurangan jumlah SDM ini cukup terasa dalam pelayanan, terutama pada layanan rawat inap dan ruang intensif.







“Memang ada gangguan pelayanan, khususnya karena kebutuhan tenaga kesehatan kami masih jauh dari standar. Misalnya, di ICU total care, idealnya satu pasien ditangani oleh satu perawat. Tapi saat ini kami hanya memiliki empat perawat untuk delapan tempat tidur,” ujar Nurul saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin (26/05/2025).







Ia juga menambahkan, untuk satu shift seharusnya ada delapan perawat, namun karena keterbatasan, jumlah tersebut belum dapat terpenuhi. Hal serupa juga terjadi di ruang perawatan rawat inap biasa.

RSUD saat ini juga menghadapi kekurangan dokter. Dari biasanya empat dokter yang bertugas secara bergantian, dua di ruang rawat inap dan dua di Unit Gawat Darurat (UGD), kini hanya tersedia tiga orang yang harus membagi peran secara maksimal.

Dalam menyikapi kondisi ini, RSUD telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, salah satu solusi yang tengah diproses adalah pengajuan telaahan staf, yang mencakup data kebutuhan tenaga kesehatan maupun administrasi secara menyeluruh.

“Kami sedang dalam proses menyusun telaahan staf sebagai dasar untuk mengajukan kebutuhan pegawai baru, baik tenaga teknis fungsional maupun administrasi. Ini sesuai arahan dari Dinas Kesehatan,” jelas Nurul.

Ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan pengangkatan pegawai baru saat ini turut dipengaruhi oleh kebijakan larangan rekrutmen tenaga kerja serta keterbatasan anggaran yang kini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), bukan lagi dari skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti sebelumnya.

Dalam kondisi saat ini, RSUD Nunukan tetap berkomitmen memberikan pelayanan semaksimal mungkin. “Kami tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat meskipun dalam keterbatasan,” imbuh Nurul. (**)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Leave a review

Leave a Review Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please select a rating!

Pencarian

Berita Terbaru

  • Mati Suri PERUSDA Nunukan, Warisan Kegagalan Tata Kelola dan Hilangnya Potensi Daerah 29 Agustus 2025
  • Jufri Budiman Laksanakan Sosperda Tenaga Kerja Lokal Kaltara 29 Agustus 2025
  • Syamsuddin Arfah Sosialisasikan Raperda Kesejahteraan Sosial di Tarakan 28 Agustus 2025
  • Prajurit Kodaeral XIII Sigap Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Warga di Tarakan 28 Agustus 2025
  • Pelepasan Irjen Pol. Hary Sudwijanto Bersama Ny. Dion Hary Sudwijanto di Mako Polda Kaltara 28 Agustus 2025
- Advertisement -

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL
© 2025 Facesia.com | All Rights Reserved.
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir