TARAKAN – Rute internasional transportasi laut dan udara untuk Tarakan Tawau rencananya akan kembali beroperasi pada Agustus 2023 mendatang.
Belum lama ini, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, telah menggelar rapat Koordinasi Kelancaran Transportasi Tarakan – Tawau Malaysia bersama Wakil Wali Kota Tarakan, Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, perwakilan dari Bea Cukai, PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Kantor Imigrasi, KSOP Tarakan, UPBU Juwata, KKP Tarakan, Balai Karantina Pertanian, PT. Indo Maya, dan Dinas Perhubungan (Dishub).
“Untuk kemarin di agenda mudahan dalam seminggu ini, sudah selesai. Ada juga sertifikasi SPSK dipersyaratkan Pemerintah Malaysia mudaha sudah selesai dan kesiapan Pelindo untuk sarana dan prasarana Customs, Immigrations, Quarantine and Security (CIQS) mudahan bisa diselesaikan dalam 10 hari,” ujarnya.
Diterangkannya, rapat kemarin bertujuan untuk membahas dan mengambil langkah tindak lanjut guna mewujudkan adanya transportasi yang baik, khususnya dalam aspek udara dan laut, antara kota Tarakan di Indonesia dengan Tawau di Malaysia.
Upaya pembukaan rute transportasi ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah kota Tarakan dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi untuk masyarakat. Dengan adanya rute Tarakan – Tawau, diharapkan akan tercipta kemudahan akses bagi masyarakat untuk bepergian ke Tawau dan sebaliknya.
“Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan kerja sama dengan pemerintah Tawau di Malaysia, menunjang pertumbuhan ekonomi, serta dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata di Tarakan,” paparnya.
Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo sudah mencabut status pandemic Covid-19. Maka aktivitas lanjutnya semestinya sudah kembali normal seperti sebelum Covid-19. Termasuk pelayaran alur transportasi.
Diakui Khairul, sebelumnya sudah ada jalur laut Tarakan-Tawau via laut dan udara. Selama Covid-19 ditutup dan pasca pemulihan bahkan sudah bebas Covid-19 maka seharusnya kembali normal.
“Ternyata kemarin tidak. Sejak tahun lalu kita berusaha buka jalur internasional karena menyangkut pariwisata, termasuk arus perdagangan, pertukaran sosial budaya, banyak juga teman-teman dari Tawau –Sarawak ke sini,” paparnya.
Karena ditutup, maka yang hendak ke Tawau atau dari Tawau berputar lebih jauh. Bisa dari Nunukan ke Tarakan atau sebaliknya dari Tarakan ke Nunukan lalu ke Sebatik.
“Kita sudah berusaha dan bersurat ke Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan karena tadinya statusnya di bawah BNPB setelah dicabut itu kemarin ada rekomendasi dari Pak Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan itu kepada Menteri Perhubungan agar jalur internasional di Tarakan dibuka dan itu yang kami rapatkan,” terangnya.
Ia menambahkan untuk jalur udara ada Maswing kemungkinan siap dioperasikan dan jalur laut ada Tawindo dan Indomaya. Untuk Tawindo lanjutnya, ada kendala teknis karena Pemerintah Malaysia menetapkan jalur baru. Sehingga jarak dan waktu tempuh lebih jauh dan lebih lama sehingga harus mengkoordinasikan dari sisi biaya kemungkinan naik.
“Mudahan upaya itu bisa segera dan kembali lagi. Kemarin berkomitmen 7-10 hari bisa selesai. Semestinya akhir bulan atau awal bulan Agustus selesai,” tukasnya. (*)



