Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Seluruh Parpol Didorong Tolak Kudeta Demokrat oleh Moeldoko
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Seluruh Parpol Didorong Tolak Kudeta Demokrat oleh Moeldoko

redaksi
redaksi
Published: 8 Maret 2021
Share
3 Min Read
Seluruh partai politik baik koalisi pemerintah maupun opisisi diminta bersama-sama menolak kudeta terhadap Demokrat yang dilakukan Moeldoko. Seluruh partai politik didorong menolak kudeta terhadap Demokrat yang dilakukan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan kawan-kawan. (int)
SHARE

JAKARTA – Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mendorong semua partai, baik koalisi pemerintah maupaun oposisi, menolak kudeta Partai Demokrat yang dilakukan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
“Baik yang oposisi maupun yang ada di barisan pemerintah secara bersama-sama perlu bersikap menolak praktek buruk kudeta partai,” kata Ubed, Senin (8/3).

Kudeta partai, menurut Ubed, telah berkali-kali dilakukan rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dualisme kepemimpinan sebelumnya terjadi di PPP dan Partai Golkar. Kemelut di dua partai itu terjadi selama dua tahun.

Di ujung kemelut itu, PPP kemudian berhasil menetapkan Romahurmuziy sebagai Ketua Umum. Sementara, Golkar menetapkan Setya Novanto sebagai ketua umum Partai Golkar. “Keduanya kemudian menjadi pendukung pemerintah,” kata Ubed.

Ubed mengatakan sulit menghindari pandangan bahwa kudeta Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY) terjadi karena intervensi orang Istana. Sebab, Moeldoko, ketua umum yang ditetapkan lewat Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

“Bedanya dengan kasus PPP dan Partai Golkar adalah jagonya pemerintah bukan sedang menjabat kepala KSP atau jabatan lainya,” ujarnya.

“Rezim Jokowi ini sesungguhnya secara empirik dapat dianalisis berkali-kali ‘mengkudeta’ partai politik,” kata Ubde.

Menurut Ubed, fenomena kudeta partai oleh pemerintah merupakan bencana demokrasi. Praktik tersebut jelas mengganggu kehidupan partai politik. Ubed menyebut partai merupakan salah satu pilar demokrasi yang turut menentukan masa depan negara. “Fenomena tersebut bisa saja akan terjadi pada partai partai lain juga,” katanya.

Lebih lanjut, Ubed menyatakan partai pendukung pemerintah juga harus berani menegur Moeldoko. Selain itu, kata Ubed, partai-partai tersebut bisa juga bersikap keras dengan keluar dari barisan koalisi Jokowi.

“Balik badan keluar dari koalisi rezim yang makin tidak demokratis ini, itu pilihan yang cukup rasional untuk menegakan demokrasi,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat (5/3). Dalam KLB yang dinilai ilegal oleh AHY, Moeldoko diangkat sebagai ketua umum Demokrat dan Marzuki Alie sebagai ketua dewan pembina. Selain itu, Jhoni Allen didapuk sebagai sekretaris jenderal Demokrat. Kubu Moeldoko sendiri akan menyerahkan hasil KLB Deli Serdang ke Kemenkumham hari ini.

Menurutnya, syarat-syarat penyelenggaraan KLB tidak terpenuhi. Syarat tersebut antara lain, harus disetujui minimal oleh dua per tiga Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang berjumlah 34 dan setengah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang berjumlah 514. Penyelenggaraan KLB juga harus disetujui ketua majelis tinggi partai.

Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhyono (SBY) juga telah mengecam aksi kudeta yang dilakukan sejumlah mantan pendiri dan kader serta Moeldoko. SBY menyebut Moeldoko dengan darah dingin telah melakukan kudeta. (int/sha)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Bantu 1.200 Pelajar, Senator Hasan Basri Kembali Kucurkan Beasiswa PIP Aspirasi Tahun 2026 17 Mei 2026
  • Pemkot Tarakan Full Support Kontingen PWI Hadapi Porwada II Kaltara 16 Mei 2026
  • Tiba di Tarakan, Kirab Obor Porwada II Kaltara Disambut Meriah, PWI Target Pertahankan Juara Umum 16 Mei 2026
  • PPP Kota Tarakan Gelar Muscab III, Muhammad Hatta Targetkan Rebut Kembali Kursi Dapil Barat 16 Mei 2026
  • Wujud Kepedulian Sosial, Yonif TP 880/Banuanta Gelar Jumat Berkah di Panti Asuhan Ar-Rahman 15 Mei 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

POLITIK

PPP Kota Tarakan Gelar Muscab III, Muhammad Hatta Targetkan Rebut Kembali Kursi Dapil Barat

16 Mei 2026
POLITIK

PKB Kaltara Gelar Muscab Serentak, Herman Tekankan Pentingnya UKK dan Target 2029

9 April 2026
NEWSPOLITIK

Gelar Buka Puasa Bersama, Ibrahim Ali Tekankan Semangat “PAN Bantu Rakyat” dan Konsolidasi Kader di Kaltara

10 Maret 2026
NEWSPOLITIK

Lawan Abrasi, Gerindra Tarakan Gelar Kerja Bakti dan Penanaman Pohon di Pesisir Pantai Amal

8 Februari 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?