NUNUKAN – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan resmi memulai operasi pencarian terhadap seorang pria bernama Rahmatsyah (29), yang dilaporkan hilang saat sedang memanen ikan di perairan Bambangan, Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Kepala Basarnas Tarakan Syahril mengungkapkan bahwa informasi hilangnya korban pertama kali diterima oleh Pos SAR Nunukan dari pihak BPBD setempat pada Kamis sore, 29 Januari 2026.
“Kami menerima laporan pada pukul 16.20 WITA mengenai kondisi membahayakan manusia di perairan Bambangan Sebatik. Korban diketahui berangkat menuju lokasi panen ikan sejak Rabu malam pukul 19.00 WITA, namun hingga sore ini belum juga kembali,” ujar Kepala Basarnas Tarakan.
Segera setelah menerima laporan, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Pos SAR Nunukan, BPBD Nunukan, Pos AL Sebatik, Polsek Sebatik, serta dibantu oleh masyarakat sekitar langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Berdasarkan koordinat, lokasi kejadian berjarak sekitar 2,4 Nautical Miles dari Pos SAR Nunukan, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 30 menit.
Dalam upaya pencarian hari pertama ini, Basarnas mengerahkan sejumlah alat utama (Alut) dan peralatan SAR (Palsar) canggih untuk mempercepat proses penemuan korban, di antaranya:
* 1 Unit RBB (Rigid Buoyancy Boat) untuk penyisiran di perairan.
* Aquaeye (alat pendeteksi objek di bawah air).
* 1 Truk Personel dan perlengkapan medis lengkap.
“Tim sudah berangkat menuju lokasi pada pukul 16.37 WITA setelah melakukan briefing singkat. Fokus kami adalah penyisiran di sekitar area dermaga Bambangan hingga radius yang telah ditentukan,”ujarnya.
Meski cuaca di wilayah Sebatik terpantau berawan, Kepala Basarnas Tarakan menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada faktor penghambat yang signifikan di lapangan. Pihaknya berharap kerja sama yang solid antar unsur SAR dapat membuahkan hasil secepatnya agar korban segera ditemukan.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran intensif di lokasi kejadian. (Sha)



