Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Siap Bentuk Tim Investigasi Bersama, Kapolres Tarakan Tegaskan Tak Ada Tindakan Represif Aparat
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Siap Bentuk Tim Investigasi Bersama, Kapolres Tarakan Tegaskan Tak Ada Tindakan Represif Aparat

redaksi
redaksi
Published: 23 Agustus 2024
Share
3 Min Read
SHARE

TARAKAN – Kapolres Tarakan, AKBP Adi Saptia Sudirna menegaskan tak ada tindakan represif yang dilakukan aparat sebagaimana disampaikan mahasiswa dalam aksi demonstrasi, Jumat (23/8/2024) siang.

 

Menurutnya, apa yang dilakukan aparat saat bertugas mengamankan aksi demokrasi sudah sesuai SOP. Adapun dalam pengamanan, pihaknya menurunkan sebanyak 317 personel. Terdiri dari 232 personel Polres Tarakan, kemudian 85 personel dari Brimob.

 

Ia mengakui, kegiatan tadi berlangsung cukup kondusif meski ada beberapa personel yang mengalami luka-luka.

 

“Ada luka di kening maupun yang di jari saat kegiatan pengamanan tadi. Ada sekitar 12 personel alami luka. Sebanyak 9 personel mengalami memar dibagian dada, dahi dan tangan. Sementara 3 personel mengalami robek dibagian dahi dan tangan,” kata Saptia.

 

 

Saat ini, lanjut Kapolres Tarakan, semua personel maupun mahasiswa yang terluka sudah diobati. Personel yang luka akibat dorongan, termasuk aksi lempar dan personel kepolisian ikut terkena lemparan di kening.

 

Dari pantauan di lapangan, sempat terjadi aksi dorong mendorong dan aksi lemparan dari massa aksi. Ini yang menjadikan situasi sempat tak kondusif. Sampai mobil water canon disemprotkan untuk menghalau kericuhan lebih besar.

 

Untuk mahasiswa, Kapolres meluruskan, tidak ada aksi menyeret melainkan dipisahkan personel atau dibawa personel karena terluka dan dibawa ke mobil ambulance untuk diobati lalu dikembalikan.

 

Disinggung versi mahasiswa yang mengakui mendapatkan kontak fisik tindakan represif dan mengakui ada pecah kepala, Kapolres Tarakan menegaskan tidak ada tindakan seperti itu.

 

“Tidak ada yang pecah kepala, terlalu hiperbola. Tidak ada yang pecah kepala,” ujarnya.

 

Ia melanjutkan jika ada bahasa represif menurutnya itu bukan tindakan represif melainkan tindakan yang diambil polisi sesuai prosedur SOP. “Diawali dengan negosiator. Kemudian dalmas awal,sebagaimana mereka sampaikan kami juga melakukan pengamanan,” ujarnya.

 

Ia melanjutkan lagi jika mahasiswa merasa ada tindakan represif bisa dilakukan investigasi bersama dan bentuk tim bersama. ” Tidak ada kami lihat tindakan represif kami ada di situ memantau. Kecuali tindakan represif itu ada pemukulan,” ujarnya.

 

Begitu juga ia membantah jika personelnya menyeret massa aksi. “Tidak ada. Kalau memang ada indikasi itu kita bisa investigasi bersama dan kita selidiki tapi kan rekan-rekan lihat sendiri,” tambahnya.

 

Di lapangan lanjutnya memang situasi dan kondisinya para massa aksi banyak jatuh di antara sesamanya karena saking dorong dan dengan kondisi saling berhimpitan. Apalagi di kiri dan kanan ada parit besar.

 

“Personel kami juga banyak jatuh akibat dorong-dorongan itu,” tukasnya. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Era Digital Hadirkan Peluang Menjangkau Lebih Banyak Jemaat 22 Januari 2026
  • Peringati Isra Mi’raj 2026, Kapolda Kaltara Ajak Personel Perkuat Integritas dan Kepedulian Sosial 22 Januari 2026
  • Polda Kaltara Gelar Pakta Integritas Seleksi SIPSS 2026, Komitmen Rekrutmen Bersih dan Transparan 22 Januari 2026
  • Soroti Lapas Jadi “Lumbung” Narkoba hingga Lemahnya Pengawasan TKA, Hasan Basri Cecar Kementerian Imigrasi & Pemasyarakatan 21 Januari 2026
  • DPRD Tarakan Pastikan Kabar PHK Puluhan Karyawan PT Intraca Hanya Isu 20 Januari 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

NEWS

PT Intraca Wood Tunda Kebijakan Merumahkan Karyawan, Tunggu Kesepakatan dengan Serikat Pekerja

20 Januari 2026
DPRD TARAKANNEWS

Turun ke Masyarakat, Hj. Jamaliah Serap Aspirasi Warga Sebengkok

18 Januari 2026
NEWS

Tani Merdeka Indonesia Kota Tarakan Resmi Dilantik, Fokus pada Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan

16 Januari 2026
NEWS

Sekjen Demokrat Herman Khaeron Instruksikan Penyusunan Target Kursi Pemilu 2029 dan Penguatan Mesin Partai

14 Januari 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?