TARAKAN — Kabar baik bagi pasien batu ginjal di Kalimantan Utara (Kaltara). RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan tengah mempersiapkan layanan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), metode pemecahan batu ginjal tanpa tindakan operasi.

Layanan ini diharapkan menjadi alternatif bagi pasien yang membutuhkan penanganan batu ginjal dengan prosedur yang lebih minim invasif sekaligus mempercepat masa pemulihan.

ESWL bekerja menggunakan gelombang kejut yang diarahkan ke batu ginjal untuk memecahnya menjadi bagian-bagian kecil. Fragmen batu tersebut selanjutnya diharapkan dapat keluar secara alami melalui saluran kemih bersama urine.

Plt. Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B, Sp.PK.,M.H, menjelaskan prosedur ESWL bukan bertujuan mengangkat batu secara langsung, melainkan memecahnya agar dapat mengikuti aliran urine.

“Prosedur ESWL ini tujuannya memang bukan diangkat. Kita perkirakan bisa pecah dengan ESWL yang nantinya bisa mengikuti aliran air kencing dari ginjal,” kata dr. Budy.
Meski tergolong tindakan non-invasif, pasien tetap harus menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh sebelum prosedur dilakukan.
Pemeriksaan tersebut antara lain meliputi pemeriksaan laboratorium, EKG, CT scan, tes darah, tes urine, serta pemeriksaan diagnostik lainnya. Tahapan ini diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien sekaligus memastikan fungsi ginjal dan kondisi medis lainnya memungkinkan untuk menjalani ESWL.
Setelah dinyatakan memenuhi syarat, mesin lithotripter akan diposisikan pada area tubuh yang sesuai dengan lokasi batu ginjal. Gelombang kejut kemudian diarahkan ke batu untuk memecahnya.
Prosedur ESWL diperkirakan berlangsung sekitar satu jam. Dengan persiapan yang dapat dilakukan pada hari yang sama, pasien juga berpeluang menjalani perawatan tanpa harus menginap di rumah sakit, tergantung kondisi medis dan hasil evaluasi dokter.
“Pemulihannya lebih cepat. Risiko lainnya juga lebih kecil bila dibandingkan dengan tindakan invasif,” ujar dr. Budy.
Namun, lanjutnya, layanan ESWL di RSUD dr. H. Jusuf SK saat ini masih dalam tahap persiapan. Rumah sakit masih menunggu proses kredensial dari BPJS Kesehatan agar layanan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kehadiran layanan ini menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan urologi di Kaltara. Pasalnya, pasien batu ginjal selama ini berpotensi harus menjalani rujukan ke luar daerah apabila membutuhkan tindakan tertentu.
Jika seluruh tahapan persiapan dan kredensial telah rampung, RSUD dr. H. Jusuf SK menargetkan layanan ESWL dapat menjadi pilihan penanganan batu ginjal bagi masyarakat Kaltara tanpa harus keluar daerah.
Layanan tersebut, imbuh dr. Budy, juga diharapkan memperkuat posisi RSUD dr. H. Jusuf SK sebagai rumah sakit rujukan di Kalimantan Utara, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dengan teknologi medis yang lebih modern. (*)











