TARAKAN – Anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan, Harjo Solaika, menekankan pentingnya strategi matang dalam pelaksanaan program kerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) tahun anggaran 2026. Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi III ke kantor Dinas Perkim guna memantau kesiapan program secara langsung.
Dalam pertemuan tersebut, Harjo menjelaskan bahwa Komisi III kini menerapkan mekanisme jemput bola dengan mendatangi langsung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja. Langkah ini diambil untuk melihat lebih dekat progres dan kendala yang dihadapi di awal tahun anggaran.
“Kami ingin starting dengan melihat strategi Perkim untuk mensukseskan program 2026. Tadi sudah dipaparkan, dan kami mencatat beberapa kendala teknis yang perlu ditindaklanjuti,” ujar Harjo.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di Dinas Perkim. Harjo mengungkapkan rasa prihatinnya karena instansi tersebut hanya memiliki tiga orang pejabat pengawas/pelaksana untuk menangani beban kerja yang besar.
“Ini akan kami sampaikan sebagai rekomendasi kepada Pak Wali Kota agar ada perlakuan khusus. Sangat kurang jika hanya ada tiga pejabat, sementara tantangan di lapangan sangat dinamis,” tegasnya.
Meski menghadapi kendala SDM, Harjo mengapresiasi adanya kabar baik mengenai penambahan luasan penanganan kawasan pemukiman kumuh di Tarakan yang mencapai lebih dari 52 hektar. Namun, ia memberikan catatan khusus mengenai keselamatan warga yang tinggal di zona merah.
“Kami meminta Dinas Perkim memberikan perhatian serius pada banyaknya rumah warga yang berada di posisi membahayakan dan rawan longsor saat musim hujan. Kemudian, kawasan kumuh, penataan harus menyentuh aspek keselamatan bangunan, bukan sekadar estetika atau administrasi. Terakhir, perlunya strategi pencegahan agar pemukiman di area berisiko tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Harjo juga memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perkim atas dedikasinya selama ini, terutama dalam mengawal proyek fisik dan penataan lingkungan di Kota Tarakan.
“Untuk kegiatan fisik secara umum sudah mantap. Kami apresiasi kinerja Pak Kadis dan jajaran, meskipun di tengah keterbatasan yang ada,” pungkasnya. (Sha)



