TARAKAN – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Tarakan resmi dilantik pada Jumat (16/1/2025) malam. Prosesi pelantikan ini menandai langkah baru bagi organisasi profesi tani di Tarakan untuk menjadi jembatan antara petani lokal dengan kebijakan pemerintah.
Ketua DPW TMI Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Jufri Budiman, menekankan pentingnya sinergi antara pengurus yang baru dilantik dengan pemerintah daerah. Ia berharap kehadiran TMI di Tarakan dapat memberikan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
“Kita berharap pengurus TMI Kota Tarakan segera bergerak, melakukan konsolidasi hingga ke tingkat bawah, dan mengidentifikasi apa yang menjadi kebutuhan utama para petani kita saat ini,” ujar Jufri Budiman dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua TMI Kota Tarakan yang baru dilantik, Simon Patino, menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah tersebut. Fokus utama kepengurusannya adalah memastikan distribusi bantuan pemerintah, seperti pupuk dan bibit, dapat tepat sasaran.
“Tugas kami adalah memastikan tidak ada lagi petani di Tarakan yang kesulitan mendapatkan sarana produksi. Kami akan mendata kembali kelompok tani agar program-program penguatan ketahanan pangan bisa berjalan maksimal di kota ini,” tegas Simon Patino.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina TMI Kaltara, Ibnu Saud Is, dalam arahannya mengingatkan bahwa TMI memiliki peran strategis dalam mendukung kedaulatan pangan nasional, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara. Ia mendorong para pengurus untuk melek teknologi pertanian guna meningkatkan produktivitas.
“Tani Merdeka bukan sekadar organisasi, tapi gerakan untuk memerdekakan petani dari kemiskinan dan keterbelakangan. Kita harus mendorong modernisasi pertanian di Tarakan agar sektor ini menjadi daya tarik bagi generasi muda,” pungkas Ibnu Saud Is. (Sha)



