Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: PAW dan Pemberhentian Arief Hidayat dari PAN Terkesan Terburu-buru
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

PAW dan Pemberhentian Arief Hidayat dari PAN Terkesan Terburu-buru

redaksi
redaksi
Published: 2 Juni 2022
Share
5 Min Read
Khaerudin Arief Hidayat
SHARE

TARAKAN – Terbitnya surat permohonan Pergantian Antar Waktu (PAW) dari DPP PAN untuk mengganti Khaeruddin Arief Hidayat dengan Rahmad Majid Gani menuai polemik. Keputusan yang diambil DPP PAN terkesan terburu-buru saat proses hukum masih berlanjut.

Pada tanggal 25 Mei lalu, DPW PAN telah bersurat ke kantor DPRD Provinsi Kaltara dengan tembusan Gubernur Kaltara dan KPU Kaltara, tentang rencana PAW dengan dasar Arief sudah diberhentikan dari keanggotaan PAN karena tersandung kasus hukum dan dinyatakan bersalah.

“Jadi tentu karena alasan saya di PAW hanya satu saja. Secara logika ketika saya dinyatakan tidak bersalah, maka surat dari DPP gugur dengan sendirinya,” kata Arief saat ditemui facesia.com di Jalan Kusuma Bangsa, sore tadi.

Baca juga : https://facesia.com/ratusan-ballpress-kembali-diamankan-4-orang-abk-positif-narkoba/

Mantan wakil walikota Tarakan ini mengambil langkah berkoordinasi dengan DPP PAN terkait surat tersebut. Berdasarkan petunjuk yang diberikan DPP, ia harus bersurat ke Mahkamah Partai untuk menyampaikan hasil putusan pengadilan. Selanjutnya, DPW dan DPP akan melakukan rapat koordinasi untuk pengambilan keputusan lebih lanjut.

Surat permohonan dari DPW PAN Kaltara

“Saya sudah menelpon ketua DPW dan besok (Jumat,Red.) ketua DPW akan ke pusat untuk rapat koordinasi. Saya tentu berharap agar DPP bijak karena di klausal surat yang dikeluarkan menyatakan bahwa segala sesuatu yang tidak sesuai masih dapat diubah,” ujarnya.

Dari hasil koordinasi dengan DPP,  Arief membeberkan sebuah fakta bahwa DPP tidak mengetahui putusan pengadilan tentang banding yang telah ia ajukan setelah dinyatakan bersalah.

Baca juga: https://facesia.com/pekan-pemuda-1-kaltara-resmi-dibuka/

“Maka tentu ini akan menjadi bahan pertimbangan. Secara personal, saya telah menyampaikan hal tersebut dan bersurat ke DPP. Saya menunggu saja surat balasan dari pusat,” tukasnya.

Setelah dinyatakan bebas, Arief juga mulai kembali bekerja seperti biasanya sebagai Anggota DPRD Kalimantan Utara. Ia tak lupa mendatangi kantor KPU Kaltara untuk berkonsultasi dan mengirimkan surat, tentang proses PAW terhadap dirinya diberhentikan masih terdapat permasalahan diinternal partai yang belum selesai.

Surat persetujuan PAW dari DPP PAN

“Menurut saya DPW dan DPP tidak salah dalam bersurat, karena mereka pikir saya sudah dinyatakan bersalah dalam vonis sebelumnya. Meskipun secara hak, ini belum inkrah dalam sebuah tahapan proses hukum, bahkan ini masih berjalan,” jelasnya.

Anggota komisi IV DPRD Kaltara ini menyatakan secara tegas, meski dalam proses hukum yang sedang ia jalani belum ada keputusan inkrah dan akan dilakukan PAW, maka ia akan menempuh jalur hukum. Arief juga tidak mengetahui jika partai melakukan pemecatan terhadap dirinya dan akan segera dilakukan PAW.

“Baru tahu ketika surat itu sudah keluar. Karena tidak ada surat terbusan yang diberikan kepada saya terkait pemecatan dan PAW itu,” tuturnya.

Meski partai telah melakukan pemecatan terhadap dirinya, Arief menjelaskan bahwa ia masih sah tercatat sebagai anggota DPRD Kaltara. Sebab, belum ada SK dari Kemendagri untuk melakukan PAW. Sehingga hak-hak seperti gaji dan lainnya sebagai anggota DPRD juga masih berjalan, bahkan ketika ia masih berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tarakan.

“Dalam waktu dekat ini saya ada 5 agenda reses. Reses boleh dilakukan karena posisinya sudah di luar lapas. Saya rasa ini juga waktu yang pas untuk menyerap aspirasi masyarakat dan kembali bersilaturahmi,” ujarnya.

 

Surat DPP PAN Masih Memungkinkan Dianulir?

Terkait sikap partai, Arief secara bijak menilai ini sesuai dengan AD-ART. Menurutnya, partai tidak keliru dalam hal ini tentang PAW namun yang menjadi sanksi adalah ternyata dirinya tidak hanya diganti menjadi anggota DPRD namun ternyata juga diberhentikan dari keanggotaan partai.

“Itu dicantumkan berdasarkan AD-ART yaitu anggota yang dikenakan sanksi hukum maka ia akan diberhentikan sementara. Sebab proses hukum tersebut masih berjalan sehingga untuk memberhentikan secara tetap itu terlalu dini karena belum inkrah,” katanya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan DPP tetap dengan keputusan sebelumnya, Arief tidak ingin berandai-andai. Tapi ia juga tidak menampik bahwa itu dimungkinkan. Tentu ada upaya hukum lain jika partai memaksakan. Arief mengaku, sudah berkoordinasi dengan DPP dan ia berharap ada kebijakan.

Terkait surat yang telah sampai ke Gubernur, DPRD dan KPU, ia menilai hal itu suatu kewajaran. Akan tetapi, masih ada tahapan dan proses yang harus dilalui. Untuk saat ini, belum ada tahapan dan proses yang diambil DPRD Kaltara.

“Sebelum tahapan dan proses itu berlangsung, saya sudah meminta untuk dihentikan (proses administrasi) karena masih ada masalah internal partai. Semua masih memungkinkan untuk dianulir/dibatalkan,” tuturnya. (sha)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Era Digital Hadirkan Peluang Menjangkau Lebih Banyak Jemaat 22 Januari 2026
  • Peringati Isra Mi’raj 2026, Kapolda Kaltara Ajak Personel Perkuat Integritas dan Kepedulian Sosial 22 Januari 2026
  • Polda Kaltara Gelar Pakta Integritas Seleksi SIPSS 2026, Komitmen Rekrutmen Bersih dan Transparan 22 Januari 2026
  • Soroti Lapas Jadi “Lumbung” Narkoba hingga Lemahnya Pengawasan TKA, Hasan Basri Cecar Kementerian Imigrasi & Pemasyarakatan 21 Januari 2026
  • DPRD Tarakan Pastikan Kabar PHK Puluhan Karyawan PT Intraca Hanya Isu 20 Januari 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

NEWS

PT Intraca Wood Tunda Kebijakan Merumahkan Karyawan, Tunggu Kesepakatan dengan Serikat Pekerja

20 Januari 2026
DPRD TARAKANNEWS

Turun ke Masyarakat, Hj. Jamaliah Serap Aspirasi Warga Sebengkok

18 Januari 2026
NEWS

Tani Merdeka Indonesia Kota Tarakan Resmi Dilantik, Fokus pada Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan

16 Januari 2026
NEWS

Sekjen Demokrat Herman Khaeron Instruksikan Penyusunan Target Kursi Pemilu 2029 dan Penguatan Mesin Partai

14 Januari 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?