TARAKAN – Kabar mengejutkan datang dari Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kota Tarakan. Alih-alih inflasi seperti tahun-tahun sebelumnya, keduanya justru mencatatkan deflasi yang cukup signifikan pada Januari 2025.

Fenomena ini tentu saja menarik perhatian banyak pihak, dan ternyata ada beberapa faktor kunci yang menjadi penyebabnya. Diskon Listrik dan Panen Bawang Merah Jadi Penyelamat

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Hasiando Manik, mengungkapkan bahwa deflasi di Kaltara mencapai minus 1,35 persen secara month to month. Angka ini tentu saja sangat menggembirakan, mengingat pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya, Kaltara selalu mengalami inflasi.
Salah satu faktor utama yang menjadi penyumbang deflasi adalah kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan PLN hingga 2.200 kilo volt. Kebijakan ini ternyata memberikan dampak yang sangat besar, dengan penurunan tarif listrik mencapai minus 40,37 persen dan kontribusi terhadap deflasi sebesar minus 1,98 persen.
“Kebijakan tarif listrik ini sangat membantu. Jika tidak ada bantuan tarif listrik, inflasi di bulan Januari bisa mencapai 0,63 persen,” ujar Hasiando Manik.
Selain diskon listrik, faktor lain yang turut menyumbang deflasi adalah penurunan harga bawang merah seiring dengan musim panen, penurunan harga tahu dan tempe akibat penurunan harga kedelai kering, serta normalisasi harga angkutan udara pasca libur Natal dan Tahun Baru.
Meskipun deflasi merupakan kabar baik, namun Hasiando Manik mengingatkan agar tidak terlena. Pasalnya, ada beberapa komoditas yang masih mencatatkan inflasi, seperti cabai rawit, tomat, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, dan telur ayam ras.
“Kita harus tetap waspada dan mengantisipasi potensi peningkatan harga inflasi di Kaltara,” tegasnya.
Secara khusus, Kota Tarakan mencatatkan deflasi yang lebih dalam dibandingkan Kaltara secara keseluruhan, yaitu minus 1,52 persen secara month to month. Angka ini menunjukkan bahwa kebijakan diskon listrik dan faktor-faktor lainnya memberikan dampak yang lebih signifikan di Tarakan.
Deflasi yang terjadi di Kaltara dan Tarakan pada Januari 2025 merupakan fenomena yang menarik dan menggembirakan. Kebijakan diskon listrik dan faktor-faktor lainnya telah berhasil menekan harga-harga kebutuhan pokok, sehingga masyarakat dapat menikmati harga yang lebih terjangkau. Namun, tantangan tetap ada, dan pemerintah serta pihak terkait perlu terus memantau dan mengantisipasi potensi kenaikan harga di masa depan. (nri)



