
TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan menanggapi keluhan warga terkait air keruh yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.




Direktur PDAM Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menemukan penyebab dari masalah tersebut dan sedang berupaya mengatasinya.
“Memang satu minggu ini banyak keluhan air keruh. Kita akui itu,” ujar Iwan Setiawan.



Awalnya, PDAM mengira masalah tersebut disebabkan oleh kualitas air baku, sehingga mereka mengalihkan sumber air ke bendungan Kampung Satu. Namun, setelah dilakukan pengujian laboratorium, ditemukan bahwa dosis bahan kimia yang digunakan kurang tepat.



“Kemarin kita uji coba di laboratorium memang itu ada campuran sedikit yang membuat air sudah jernih lewat filter ketika diganti bahan kimia mematikan bakteri ternyata mengakibatkan air jadi keruh,” jelas Iwan.



Hal ini baru diketahui setelah dilakukan uji laboratorium. PDAM telah mengganti formula bahan kimia yang digunakan dan melakukan pemantauan secara intensif.



“Kita pantau dari subuh sudah jernih,” kata Iwan.



Ia juga menegaskan bahwa air yang keruh tersebut sebenarnya aman digunakan, namun disarankan untuk diendapkan terlebih dahulu agar kotorannya mengendap. “Memang air itu keruh tapi aman digunakan hanya bagusnya didiambkan dlu hingga kotorannya bisa terpisah,” tambahnya.
PDAM Tirta Alam Tarakan melakukan pengecekan kualitas air setiap jam. “Kami tiap jam melakukan pengecekan air, cuman terjadi keruh ini ternyt pembekuan bahan kimia mengakibatkan air keruh yang tidak terdeteksi,” ungkap Iwan.
Setelah penyebabnya terdeteksi, PDAM segera melakukan perbaikan formula, dan hasilnya air kembali jernih. Dengan langkah-langkah perbaikan yang telah diambil, PDAM Tirta Alam Tarakan berharap masalah air keruh ini dapat segera teratasi dan pelayanan air bersih kepada masyarakat kembali normal. (nri)