
TARAKAN – Bandara Juwata Tarakan resmi membuka Posko Angkutan Lebaran 2025 sebagai langkah antisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik.




Kepala Bandara Juwata Tarakan, Agustono, menyatakan bahwa posko terpadu ini akan beroperasi mulai 21 Maret hingga 11 April 2025, melibatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.






“Posko ini adalah posko terpadu yang tidak hanya terdiri dari tim Bandara Juwata Tarakan, tetapi juga kolaborasi dengan para stakeholder terkait,” ujar Agustono.






Pihak bandara memprediksi puncak arus mudik akan terjadi sekitar 28 Maret 2025, sementara arus balik diperkirakan pada 6 April 2025.



Namun, Agustono menekankan bahwa prediksi ini masih dapat berubah. Secara keseluruhan, mereka memperkirakan akan terjadi peningkatan penumpang sekitar 10 persen dibandingkan periode Lebaran sebelumnya.
“Lonjakan penumpang saat ini yang kami prediksi akan terjadi sekitar 28 Maret 2025 dan arus balik sekitar 6 April 2025, namun ini bisa saja berubah. Kurang lebih akan meningkat prediksi kami sekitar 10 persen,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, maskapai Citilink dan Lion Air telah menyiapkan penerbangan tambahan (extra flight). Bandara Juwata Tarakan berharap ketersediaan armada pesawat dapat memenuhi permintaan masyarakat Kalimantan Utara yang akan mudik, dengan perkiraan 8 penerbangan tambahan per hari di setiap rute.
“Saat ini yang ada ekstra flight ada di maskapai Citilink dan Lion Air. Kami berharap dengan demand calon penumpang yang akan mudik itu terlihat sudah mulai meningkat. Kami berharap armadanya tersedia di airline akan penerbangan tambahan disetiap rute. 1 hari sekitar 8 kali penerbangan,” ungkap Agustono.
Mengenai harga tiket, Agustono menjelaskan bahwa akan diberlakukan sesuai instruksi presiden, dengan potongan harga sekitar 13 hingga 14 persen pada periode 24 Maret hingga 7 April 2025. Namun, ia mencatat bahwa sebagian besar tiket pada periode tersebut sudah terjual habis (sold out).
“Untuk saat ini mengenai harga tiket sekitar 24 Maret 2025 hingga 7 April 2025 akan diberlakukan sesuai instruksi dari presiden. Tapi kami lihat sudah soldout, potongan harga tiket nantinya sekitar 13 hingga 14 persen,” katanya.
Saat ini, jumlah penumpang masih dalam kategori rendah (low session), namun diperkirakan akan terjadi lonjakan hingga 1.200 penumpang per hari menjelang puncak libur Lebaran. Terkait kompensasi keterlambatan penerbangan, Agustono menegaskan bahwa hal tersebut akan diatur oleh masing-masing maskapai.
“Sekarang masih low session nantinya akan ada lonjakan di awal libur, bisa sampai 1.200an penumpang yang akan mudik nantinya. Terkait kompensasi terkait keterlaambatan penerbangan akan diatur oleh airline,” pungkasnya.
Dengan adanya Posko Angkutan Lebaran ini, Bandara Juwata Tarakan berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dan memastikan kelancaran arus mudik bagi masyarakat Kalimantan Utara. (Nri)