Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Tarif Resiprokal AS Hantam Eksportir Hasil Laut Tarakan, APINDO Sarankan Cari Pasar Alternatif
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Tarif Resiprokal AS Hantam Eksportir Hasil Laut Tarakan, APINDO Sarankan Cari Pasar Alternatif

redaksi
redaksi
Published: 8 April 2025
Share
3 Min Read
SHARE

TARAKAN – Kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia sebesar 32 persen diprediksi akan memberikan pukulan berat bagi para pelaku usaha eksportir hasil laut di Tarakan.

 

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Utara (Kaltara), Peter Setiawan, mengungkapkan bahwa kenaikan tarif yang signifikan ini dipastikan akan menurunkan permintaan dari Negeri Paman Sam lantaran harga produk yang menjadi lebih tinggi.

 

“Dampak tarif 32 persen ini cukup menyulitkan. Sudah pasti permintaan dari Amerika akan menurun karena harga akan tinggi,” ujar Peter kepada awak media, Senin (7/4).

 

Peter mengungkapkan, terdapat empat perusahaan di Tarakan yang selama ini aktif melakukan ekspor hasil laut ke Amerika Serikat. Bahkan, sebelum tarif 32 persen ini ditetapkan, para pengusaha telah merasakan imbas dari kenaikan tarif awal sebesar 10 persen yang memaksa mereka untuk mencari strategi alternatif.

 

“Sebelumnya dengan kenaikan 10 persen saja, para pengusaha sudah harus memutar otak,” imbuhnya.

 

Menyikapi kondisi sulit ini, para pengusaha di Tarakan berencana untuk mengalihkan fokus pasar ekspor mereka ke Eropa. Namun, Peter mengakui bahwa upaya ini juga tidaklah mudah mengingat kondisi ekonomi di beberapa negara Eropa yang sedang mengalami penurunan pendapatan.

 

Lebih lanjut, Peter memprediksi bahwa kebijakan tarif resiprokal ini akan secara langsung mempengaruhi harga komoditas unggulan seperti udang. Meskipun saat ini belum terlihat perubahan harga yang signifikan, ia khawatir dampak berkelanjutan akan terasa, termasuk potensi persaingan harga yang lebih ketat di pasar negara lain di mana pembeli cenderung mencari produk dengan harga termurah.

 

APINDO Kaltara sendiri memberikan saran kepada para pengusaha untuk aktif mencari alternatif negara lain sebagai pasar ekspor baru. Meskipun diakui bukan perkara mudah, langkah ini dianggap krusial untuk menjaga keberlangsungan usaha. Salah satu alternatif pasar yang disarankan oleh APINDO adalah Rusia.

 

“Saran dari Apindo memang meminta para pengusaha mencari alternatif negara lain sebagai market baru. Namun memang tidaklah mudah. Apindo menyarankan ekspor ikan ke Rusia,” pungkas Peter.

 

Para pelaku usaha eksportir hasil laut di Tarakan kini dihadapkan pada tantangan besar untuk beradaptasi dengan kebijakan tarif baru ini dan mencari solusi agar roda perekonomian sektor mereka tetap berputar. Upaya diversifikasi pasar menjadi kunci utama untuk meminimalisir dampak negatif dari kebijakan proteksionis Amerika Serikat. (nri)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Soroti Lapas Jadi “Lumbung” Narkoba hingga Lemahnya Pengawasan TKA, Hasan Basri Cecar Kementerian Imigrasi & Pemasyarakatan 21 Januari 2026
  • DPRD Tarakan Pastikan Kabar PHK Puluhan Karyawan PT Intraca Hanya Isu 20 Januari 2026
  • PT Intraca Wood Tunda Kebijakan Merumahkan Karyawan, Tunggu Kesepakatan dengan Serikat Pekerja 20 Januari 2026
  • Baru Lima Bulan Beroperasi, TPA Juata Kerikil Terancam Penuh 20 Januari 2026
  • Komisi III DPRD Tarakan Dorong DKISP Jadi Pusat Publikasi Terpadu Program Kerja OPD 20 Januari 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

NEWS

PT Intraca Wood Tunda Kebijakan Merumahkan Karyawan, Tunggu Kesepakatan dengan Serikat Pekerja

20 Januari 2026
DPRD TARAKANNEWS

Turun ke Masyarakat, Hj. Jamaliah Serap Aspirasi Warga Sebengkok

18 Januari 2026
NEWS

Tani Merdeka Indonesia Kota Tarakan Resmi Dilantik, Fokus pada Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan

16 Januari 2026
NEWS

Sekjen Demokrat Herman Khaeron Instruksikan Penyusunan Target Kursi Pemilu 2029 dan Penguatan Mesin Partai

14 Januari 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?