Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Andi Muliyono: Perbatasan Jangan Hanya Jadi Simbol Politik
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Andi Muliyono: Perbatasan Jangan Hanya Jadi Simbol Politik

redaksi
redaksi
Published: 8 Juli 2025
Share
4 Min Read
SHARE

NUNUKAN – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nunukan, Dr. Andi Muliyono, SH, MH menegaskan, wilayah perbatasan, khususnya Pulau Sebatik, tidak boleh hanya dijadikan simbol politik tanpa adanya sentuhan pemerintah pusat.

Hal ini disampaikannya usai rapat peripurna, Senin (7/7/25) di Kantor DPRD Nunukan, sebagai bentuk keprihatinan atas ketidakpastian hukum yang masih menyelimuti wilayah strategis Indonesia ini.

Menurutnya, Pulau Sebatik merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Sayangnya, meski posisinya strategis, perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah ini masih minim dan lebih banyak bersifat seremonial.

“Perbatasan tidak cukup hanya dibanggakan dalam pidato-pidato politik. Masyarakat butuh bukti bahwa negara hadir dan melindungi mereka,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa hingga kini, status hukum wilayah perbatasan di Sebatik masih belum jelas.

Hal ini diperparah dengan klaim sepihak dari pemerintah Malaysia atas sejumlah titik darat dan laut yang berada di wilayah Indonesia.

Terkait hal ini, Andi Muliyono menyoroti pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Sebatik yang menelan anggaran lebih dari Rp200 miliar, namun belum difungsikan secara maksimal.

Menurutnya, penggunaan anggaran negara tanpa manfaat yang optimal bisa masuk dalam kategori penyalahgunaan keuangan negara.

“Kalau tidak digunakan sebagaimana mestinya, itu bisa dikategorikan sebagai bentuk pemborosan, bahkan indikasi korupsi. Kita tidak boleh mengabaikan ini,” tegasnya.

Kepastian Hukum Jadi Tuntutan Mendesak

Andi menambahkan, sengketa wilayah di darat dan laut antara Indonesia dan Malaysia sudah berlangsung lama. Pemerintah Indonesia perlu segera menyelesaikan persoalan ini agar tidak terus merugikan masyarakat perbatasan.

Ia mengungkapkan, hasil monitoring menunjukkan adanya potensi sumber daya alam seperti bijih emas di daratan Sebatik yang kini masuk dalam wilayah klaim Malaysia, yang menunjukkan lemahnya posisi Indonesia dalam menjaga wilayahnya sendiri.

Di sisi lain, Malaysia terus menguatkan klaim dengan dalih sejarah kolonial Inggris, sementara Indonesia, yang juga memiliki dasar historis dari penjajahan Belanda, belum maksimal dalam memperjuangkan kedaulatannya secara hukum internasional.

“Kita tidak ingin bersengketa dengan negara tetangga. Tapi kita butuh kepastian hukum agar rakyat tenang dan bisa hidup sejahtera di tanah kelahirannya sendiri,” kata Andi Muliyono.

Ia juga menyinggung dampak sosial dari ketidakpastian tersebut, banyak warga Indonesia di Sebatik yang harus bergantung pada Malaysia untuk akses barang dan jasa karena lemahnya sistem distribusi dalam negeri dan tidak adanya regulasi yang kuat.

Disebutkannya bahwa, ketidakjelasan batas negara membuat pemungutan pajak, retribusi, hingga pengawasan barang menjadi sulit dilakukan, hal Ini berdampak langsung pada pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Fraksi Gerindra ini mengingatkan agar Indonesia tidak lagi mengulangi kesalahan seperti kasus lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan.

Ia menegaskan bahwa bangsa ini memiliki banyak sumber daya manusia cerdas yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi hukum Indonesia di perbatasan.

“Jangan sampai kita dipermalukan lagi di forum internasional. Kita harus bersatu menjaga tanah air, sejengkal pun tidak boleh lepas,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah pusat segera menindaklanjuti dengan serius masalah batas wilayah dan tidak hanya menjadikan perbatasan sebagai bahan kampanye atau simbol semata, Pulau Sebatik butuh kehadiran negara secara utuh, bukan hanya dalam bentuk pembangunan fisik, tapi juga dalam aspek hukum dan perlindungan rakyat.

“Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang berpihak dan langkah hukum yang tegas. Jangan biarkan perbatasan hanya menjadi simbol politik tanpa arti bagi rakyat,” tutupnnya.(**)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Tingkatkan Kesehatan Pekerja, Wellness Program Pertamina Hulu Kalimantan Timur Catat Penurunan Berat Badan Kolektif hingga 1,5 Ton 11 Juni 2026
  • Bus Gratis, Perumda Layani Antar Jemput Pelajar dari Juata Laut-Selumit 9 Juni 2026
  • Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen 4 Juni 2026
  • Dorong Daya Saing UMKM Perbatasan, Bapemperda DPRD Nunukan Mulai Godok Ranperda Ekonomi Kreatif 3 Juni 2026
  • Plt Wali Kota Tarakan Instruksikan OPD Kebut Naskah Akademis Raperda 2026 3 Juni 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

DPRD NUNUKAN

Dorong Daya Saing UMKM Perbatasan, Bapemperda DPRD Nunukan Mulai Godok Ranperda Ekonomi Kreatif

8 Juni 2026
DPRD NUNUKAN

Sengkarut Pelabuhan Tunon Taka, Muhammad Mansur Desak Kemenhub Beri Teguran Keras ke KSOP Nunukan

8 Juni 2026
DPRD NUNUKAN

Sempat Diwarnai Penolakan, DPRD Nunukan Resmi Tunda Rencana Relokasi PKL Pasar Tani Alun-Alun

8 Juni 2026
DPRD NUNUKAN

Temui Pengunjuk Rasa, Anggota DPRD Nunukan Gat Khaleb Akui Kesadaran Perusahaan Terkait K3 Masih Rendah

8 Juni 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?