Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Bantah Tuduhan Illegal Mining, PMJ: Kami Buat Parit Mitigasi Bencana
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Bantah Tuduhan Illegal Mining, PMJ: Kami Buat Parit Mitigasi Bencana

redaksi
redaksi
Published: 21 Oktober 2025
Share
3 Min Read
SHARE

TARAKAN – PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) mengeluarkan bantahan keras terhadap tuduhan praktik tambang ilegal (illegal mining) yang dituduhkan terjadi di Site Bebatu, Kabupaten Tana Tidung. Perusahaan menegaskan bahwa aktivitas yang disalahartikan sebagai kegiatan penambangan ilegal itu sesungguhnya adalah pekerjaan pembuatan parit darurat. Langkah ini diambil sebagai mitigasi terhadap potensi longsoran air rawa, mengingat dominasi lahan rawa dan gambut di area tersebut.

Menurut PT PMJ, langkah mitigasi ini diambil pasca terjadinya longsoran besar (Force Major) pada tahun 2019 di area Pit 8, yang kemudian memicu kesalahpahaman. Saat kejadian, sebagian aliran air longsoran dari areal PT PMJ memang meluber ke luar batas perusahaan, mengalir ke areal koridor, dan masuk ke areal milik PT MBJ. Kondisi inilah yang disebut PT MBJ sebagai aktivitas penambangan ilegal.

Manager Legal Corporate PT PMJ, Johny Ahim, menyatakan bahwa tuduhan yang berujung pada laporan ke berbagai lembaga tinggi negara tersebut adalah fitnah tak berdasar. Ia meyakini hal ini murni merupakan upaya menghalang-halangi proses perpanjangan perizinan perusahaannya dan berdampak pada penghambatan bisnis. Johny Ahim menekankan bahwa masalah ini tidak berkaitan sama sekali dengan produksi batubara, melainkan situasi darurat yang disebabkan oleh bencana alam.

“Parit yang dibuat hanyalah alur air dengan lebar sekitar 2 meter (ukuran ekskavator) dan panjang sekitar 700 meter. Dampaknya aktivitas ini masuk sekitar 6 hingga 7 hektar ke areal konsesi MBJ. Inilah yang dituduhkan ke kami sebagai Tambang illegal,” jelas Johny Ahim.

PMJ secara tegas membantah telah menambang di area PT MBJ dan menolak klaim yang menyebut PT PMJ menambang batubara milik PT MBJ hingga 1.650.000 juta ton.

Lebih lanjut, Johny Ahim mengajak pihak-pihak terkait untuk meninjau langsung ke lapangan. “Makanya saya suruh tinjau lapangan, kalau bisa dilihat, tidak ada menambang. Yang dibuat hanya parit saja,” tegasnya. PMJ menolak mentah-mentah semua klaim penambangan batubara di area perusahaan lain.

Sementara itu, diketahui IUP OP (Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi) PT PMJ telah berakhir pada 11 Maret 2025 lalu. PT PMJ telah mengajukan perpanjangan izin sejak 2024, namun mengendus adanya dugaan penjegalan oleh PT MBJ terhadap proses tersebut. Hal ini dinilai keterlaluan dan berpotensi menimbulkan dampak serius jika proses perpanjangan izin berlangsung lama.

PMJ memperingatkan bahwa jika penjegalan izin terus berlangsung, hal ini akan mengakibatkan hilangnya mata pencaharian/pekerjaan masyarakat di tiga desa sekitar tambang (Desa Bebatu, Desa Bandan Bikis, dan Desa Sengkong), berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tana Tidung, serta terhentinya program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk ketiga desa tersebut. (Sha)

Print Friendly, PDF & Email
TAGGED:BatubaraDugaan Penjegalan IzinForce MajeureIllegal Mining KalimantanIUP BerakhirJohny AhimKalimantanKalimantan UtaraKonflik BatubaraMitigasi Bencana TambangParit DaruratPerizinan TambangPT MBJPT Pipit Mutiara JayaPT PMJSengketa Lahan KonsesiSkandal TambangTambang IlegalTana Tidung
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Kapolda Kaltara dan Jajaran PJU Jalani Tes Urine Dadakan 27 Februari 2026
  • DPRD Tarakan Kawal Ketat Realisasi Anggaran Dinas Kesehatan Tahun 2026 27 Februari 2026
  • Soroti Pelayanan SPBU, Jufri Budiman: Tarakan Smart City, Tapi Bayar BBM Wajib Pakai Cash 27 Februari 2026
  • KKIG Kota Tarakan Tebar Kebaikan, Bagikan 1.000 Kotak Takjil di Jumat Berkah 27 Februari 2026
  • Polda Kaltara Musnahkan Puluhan Gram Sabu Hasil Pengungkapan Kasus di Nunukan 24 Februari 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

NEWS

KKIG Kota Tarakan Tebar Kebaikan, Bagikan 1.000 Kotak Takjil di Jumat Berkah

27 Februari 2026
NEWS

Indosat Luncurkan Program ‘Desa Digital’ di Tarakan, Dari WiFi Murah hingga Digitalisasi Sekolah

22 Februari 2026
NEWSTNI POLRI

Kapolda Kaltara Pimpin Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Ditreskrimsus Polda Kaltara

21 Februari 2026
NEWS

PT Pertamina Hulu Indonesia Raih Platinum Winner PR Indonesia Award 2026, Tegaskan Kepemimpinan Komunikasi Strategis

20 Februari 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?