BULUNGAN – Di tengah agenda patroli wilayah menggunakan kendaraan roda dua, Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., menunjukkan kepeduliannya terhadap potensi ekonomi lokal. Kapolda bersama Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol. Andries Hermanto, menyempatkan diri meninjau budidaya ayam petelur di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kamis (15/01/2026).
Kedatangan jenderal bintang dua ini disambut hangat oleh pemilik usaha, Bapak Marko, yang juga merupakan Kepala Desa setempat. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dukungan nyata Polri terhadap ketahanan pangan di wilayah perbatasan.
Meski tergolong baru beroperasi sejak Juni 2025, peternakan milik Pak Marko ini telah menunjukkan skala produksi yang impresif. Dengan dua kandang raksasa, peternakan ini menampung lebih dari 14.000 ekor ayam petelur yang didatangkan langsung dari Berau.
Saat ini, produktivitasnya telah mencapai angka 17.000 butir telur atau setara dengan 55 piring per hari. Capaian ini menjadi angin segar bagi pemenuhan gizi dan ketersediaan protein masyarakat di Kabupaten Bulungan.
Dalam tinjauannya, Kapolda mengapresiasi keberanian dan inovasi warganya dalam membuka lapangan kerja sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.
“Ini adalah langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Utara. Polri akan selalu mendukung usaha masyarakat yang berdampak positif bagi ekonomi desa,” tegas Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy di sela-sela peninjauan.
Menurut Kapolda, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada urusan keamanan, tetapi juga bertindak sebagai mitra strategis dalam mendorong kesejahteraan ekonomi.
Ada momen menarik di akhir kunjungan, di mana Bapak Marko memberikan kesempatan kepada Kapolda dan Wakapolda untuk memilih langsung telur-telur segar yang baru saja dihasilkan dari kandang tersebut.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan penggerak ekonomi desa. Kunjungan ini mempertegas komitmen Polda Kaltara untuk terus mengawal program-program kemandirian ekonomi yang lahir dari inisiatif masyarakat. (*)



