TARAKAN – Anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan, Sukir, memberikan atensi serius terhadap kondisi infrastruktur kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan yang dinilai sudah tidak layak untuk menunjang tugas-tugas kedaruratan. Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan peninjauan langsung ke kantor yang saat ini ditempati oleh personel BPBD.

Sukir menyoroti keterbatasan fasilitas, terutama ketersediaan ruangan yang sangat minim sehingga tidak mampu menampung seluruh personel dan peralatan operasional secara ideal. Menurutnya, sebagai instansi yang menjadi ujung tombak dalam penanganan bencana, BPBD seharusnya memiliki standar gedung yang jauh lebih representatif.
“Melihat kondisi gedung ini memang sudah sangat tidak layak bagi teman-teman BPBD, terutama dari segi ketersediaan ruangan yang ada di dalam gedung ini. Ini menjadi catatan penting bagi kami di Komisi III,” ujar Sukir di sela-sela kunjungannya pada Kamis (19/02/2026).


Lebih lanjut, politisi PKS tersebut mendorong agar Pemerintah Kota Tarakan segera merencanakan pembangunan Markas Komando (Mako) BPBD yang baru. Ia menilai, dengan adanya pusat pemerintahan baru yang mulai dibangun tahun ini, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk menyediakan fasilitas yang lebih baik bagi BPBD agar respons terhadap bencana bisa lebih cepat dan terorganisir.

“Ke depan, kami berharap BPBD ini memiliki Mako (Markas Komando) tersendiri yang fasilitasnya lebih memadai. Hal ini sangat krusial mengingat tugas mereka adalah memberikan pelayanan cepat saat terjadi musibah atau bencana di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Komisi III DPRD Tarakan untuk memetakan kebutuhan mitra kerja di tahun anggaran 2026, sekaligus memastikan kesiapan operasional instansi pelayan publik di lapangan. (Sha)



