SAMARINDA – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) yang berlangsung di Samarinda pada Kamis (5/3/2026). Pertemuan strategis ini mempertemukan para kepala daerah dari seluruh wilayah Kaltim dan Kaltara selaku pemegang saham utama untuk menentukan arah kebijakan bank milik daerah tersebut.

Agenda tahunan ini menjadi momentum krusial bagi jajaran direksi dan pemegang saham untuk membedah laporan kinerja perusahaan sepanjang tahun buku sebelumnya. Selain mengevaluasi capaian program kerja, forum ini juga merumuskan langkah-langkah ekspansi usaha guna memastikan bank daerah tetap kompetitif di tengah persaingan industri perbankan yang semakin dinamis.



“RUPS ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan wadah bagi kami para pemegang saham untuk memberikan masukan strategis demi memperkuat peran bank dalam mendukung pembangunan dan denyut nadi perekonomian di daerah,” ujar Bupati Syarwani di sela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Syarwani menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk terus mendukung upaya peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan Bank Kaltimtara. Beliau menyoroti bahwa keberadaan BPD memiliki fungsi ganda, yakni sebagai entitas bisnis yang mengejar profit sekaligus agen pembangunan yang menyentuh sektor-sektor produktif di masyarakat.
Dukungan pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta proyek pembangunan infrastruktur daerah menjadi poin utama yang diharapkan terus ditingkatkan. Sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan produk perbankan dinilai sebagai kunci utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.
“Keberadaan bank daerah memiliki peran sentral dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui dukungan pembiayaan bagi sektor usaha dan proyek-proyek strategis pembangunan daerah,” tegas Syarwani menambahkan.
Lebih lanjut, Bupati Bulungan mendorong Bank Kaltimtara untuk terus melahirkan inovasi layanan keuangan yang modern dan relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satu yang ditekankan adalah percepatan program digitalisasi perbankan untuk mempermudah transaksi masyarakat serta memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok desa yang selama ini minim akses lembaga keuangan.
Langkah ini dianggap penting agar inklusi keuangan di Kabupaten Bulungan dapat merata, sehingga masyarakat di wilayah terpencil pun dapat merasakan manfaat dari kehadiran bank daerah. Penutupan RUPS ini diharapkan membawa semangat baru bagi bank untuk menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih kuat di Kalimantan Utara.
“Kami sangat berharap Bank Kaltimtara terus berinovasi dalam digitalisasi layanan, sehingga akses keuangan menjadi lebih mudah dan jangkauan layanannya menyentuh wilayah yang selama ini terbatas akses perbankannya,” pungkasnya. (**)



